Breaking News:

Virus Corona

7 Maskapai Ajukan Slot Penerbangan ke Bandara Ngurah Rai Bali, 3 di Antaranya Maskapai Internasional

Diprediksi jumlah pergerakan pesawat dan penumpang di bulan Juli ini kemungkinan besar akan mengalami kenaikan dibanding bulan Mei dan Juni lalu.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Layanan Penerbangan Komersial Dihentikan, 26 Pesawat Parkir Longstay di Bandara Ngurah Rai 

TRIBUNNEWS.COM, MANGUPURA - Pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, diprediksi bakal meningkat pada Juli ini menyusul mulai dilonggarkannya persyaratan penerbangan dari dan menuju Bali sejak Minggu (5/7/2020) kemarin.

Persyaratan penerbangan sebelumnya diatur melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 10925 Tahun 2020 yang mewajibkan penumpang masuk Bali menunjukkan hasil tes PCR atau swab negatif.

Mulai 5 Juli 2020, SE Nomor 10925 Tahun 2020 digantikan SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali No. 305/GUGASCOVID-19/VI/2020 yang mensyaratkan penumpang ke Bali menunjukkan hasil tes swab atau hasil rapid test non-reaktif.

"Per hari ini (kemarin, red), terdapat penyesuaian ketentuan bagi penumpang rute domestik tujuan Bali untuk dapat menggunakan surat keterangan uji tes PCR atau surat keterangan rapid test," kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A.Y. Sikado, Minggu (5/7/2020).

Ia pun memprediksi jumlah pergerakan pesawat dan penumpang di bulan Juli ini kemungkinan besar akan mengalami kenaikan dibanding bulan Mei dan Juni lalu.

Dari data yang diperoleh, tercatat sebanyak 4 maskapai penerbangan nasional dan 3 maskapai internasional telah mengajukan permohonan slot penerbangan untuk bulan Juli 2020 dari total 219 penerbangan.

Sebanyak 191 di antaranya adalah rute domestik, sedangkan 28 penerbangan sisanya adalah rute internasional.

"Yang sudah mendapat persetujuan sebanyak 98 penerbangan, 88 domestik, 10 internasional. Rute dari dan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta mendominasi dengan 53 penerbangan, kedua adalah dari dan ke Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dengan 17 flights," papar Herry.

Baca: Siapkan Strategi Pemulihan Lalu Lintas Penerbangan, AP II Terapkan Empat Langkah ini

Baca: Terdampak Covid-19, Ini 4 Jurus Angkasa Pura II dan Stakeholder Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan

Untuk rute internasional, yang sudah disetujui adalah rute Doha dengan 7 penerbangan, dan rute menuju Dubai dengan 3 penerbangan.

Untuk penerbangan kemarin, terdapat 15 penerbangan yang didominasi rute dari/ke Jakarta dengan 8 penerbangan.

Rute internasional ada satu, yaitu penerbangan Qatar Airways dari Doha.

"Tentunya hal ini kami barengi dengan peningkatan kapasitas terminal, dari awalnya yang kami fungsikan hanya sebesar 35 persen kapasitas, sekarang kami naikkan hingga 50 persen kapasitas dari kapasitas terminal," ujar Herry.

Pesawat Garuda Indonesia yang membawa puluhan PMI asal Bali tengah parkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Pesawat Garuda Indonesia yang membawa puluhan PMI asal Bali tengah parkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (Dok Humas Otoritas Bandar Udara Wilayah IV/Tribun Bali)

Pada masa kenormalan baru ini, pihaknya berharap tetap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa bandar udara, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Hal ini kami tujukan supaya pengguna jasa tetap dapat menikmati fasilitas dan pelayanan selama di bandar udara, serta agar supaya risiko penularan virus Corona melalui perjalanan udara dapat diminimalisir. Kedua hal ini menjadi komitmen kami selama masa kenormalan baru ini," tutur Herry. (zae)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Pergerakan di Bandara Ngurah Rai Bali Diprediksi Meningkat, 7 Maskapai Ini Ajukan Slot Penerbangan

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved