Breaking News:

Jasadnya Belum Ditemukan, Keluarga Korban KM Kasih 25 Menangis Sambil Memeluk Kapten yang Selamat

Beberapa ibu yang berada di ruang tamu menangis sedih sambil memeluk kapten kapal yang selamat.

TRIBUN/HO/SAR KUPANG
Petugas SAR Kupang mengevakuasi dua korban meninggal dari kapal tenggelam di perairan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao, NTT, Minggu (5/7/2020). KM Kasih 25 tenggelam di perairan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao tenggelam karena diduga kelebihan muatan. TRIBUNNEWS/HO/SAR KUPANG 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Oncy Rebon

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Suasana sedih menyelimuti rumah keluarga korban KM Kasih 25 yang tenggelam di Selat Pukuafu pada Minggu, 5 Juli 2020.

Pantauan POS-KUPANG. COM, Senin (6/7/2020), di rumah pemilik kapal, semua keluarga yang berkunjung tampak sedih.

Beberapa ibu yang berada di ruang tamu menangis sedih sambil memeluk kapten kapal yang selamat.

Di teras rumah, tampak pemilik kapal dan beberapa kerabat berbincang-bincang dengan raut wajah sedih.

Warga sekitar terlihat duduk di halaman rumah.

Setelah beberapa saat kapten KM Kasih yang mengalami cedera pada kaki, dipapah beberapa kerabat mengunjungi rumah Mus Toudua (ABK kapal yang meninggal) yang hingga saat ini jasadnya belum ditemukan.

Petugas SAR Kupang mendata korban yang berhasil diselamatkan dari kapal tenggelam di perairan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao, NTT, Minggu (5/7/2020). KM Kasih 25 tenggelam di perairan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao tenggelam karena diduga kelebihan muatan. TRIBUNNEWS/HO/SAR KUPANG
Petugas SAR Kupang mendata korban yang berhasil diselamatkan dari kapal tenggelam di perairan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao, NTT, Minggu (5/7/2020). KM Kasih 25 tenggelam di perairan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao tenggelam karena diduga kelebihan muatan. TRIBUNNEWS/HO/SAR KUPANG (TRIBUN/HO/SAR KUPANG)

Tangis pecah menyayat kalbu, ketika mereka memasuki rumah Mus Toudua.

Keluarga korban memeluk kapten kapal sambil menangis histeris.

Beberapa kerabat yang duduk di ruang tamu rumah korban ikut tenggelam dalam suasana tersebut.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved