Breaking News:

Boleh Lakukan Pernikahan atau Aktivitas Keagamaan di Sleman, Ini Syaratnya

Pernikahan dan pengajian yang dilaksanakan di wilayah Sleman sudah menerapkan protokol kesehatan.

freepik.com
Ilustrasi pernikahan 

Laporan Wartawan Tribun Jogja Santo Ari

TRIBUNNEWS.COM. SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Satpol PP memantauan aktifitas pernikahan atau kegiatan keagamaan yang mengumpulkan massa banyak di tengah pandemi virus corona.

Saat ini dua pernikahan dan satu pengajian di wilayah Sleman yang diselenggarakan dengan menerapkan protokoler kesehatan. 

Plt Kepala Satpol PP Sleman Arip Pramana mengatakan, dari pantauan yang dilakukan oleh pihaknya, pernikahan dan pengajian yang dilaksanakan di wilayah Sleman sudah menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan pernikahan dan pengajian tersebut di antaranya dilaksanakan di Triharjo, Sleman dan pengajian di Kalasan.

Baca: Krisdayanti Sindir Nalar Tanggapi Pernikahan Aurel, Atta: Bukannya Anak Cewek Minta Restu ke Bapak?

Baca: Sosok Ade, Driver Ojol yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif Pengajian, Kerja Pakai Motor dari Teman

Selain itu ada pula resepsi pernikahan di salah satu hotel di Jalan Palagan Tentara Pelajar. 

Ia menekankan untuk hajatan pernikahan dan pengajian berskala kecil, penyelenggara wajib memohon rekomendasi ke gugus tugas kecamatan. 

"Nanti petugas akan cek ke lapangan untuk memeriksa protokol kesehatannya," jelasnya saat ditemui Senin (13/7/2020). 

Tamu yang datang harus dites suhunya, dan jika memiliki suhu tinggi tidak diperkenankan menghadiri acara dan wajib istirahat di rumah atau memeriksakan kesehatannya.

Selain itu tamu juga wajib memakai masker, dan penyelenggara menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun.

 "Termasuk di pernikahan juga harus setting tempat duduk, karena saat ini mohon maaf kita batasi penyelenggaraan pernikahan tidak dengan standing party. Agar tidak ada kerumunan. Ada yang servis mengambilkan makanan dan tamu cukup duduk," ujarnya.

Sedangkan jumlah tempat duduk yang disediakan pun juga diatur, yakni 20 persen dari luas ruangan. 

"Misalnya 100 meter persegi di pasang kursi 20 buah dan bisa dengan sistem shift," imbuhnya.

Sementara untuk pernikahan yang diselenggarakan di gedung harus lapor di gugus tugas kabupaten dan tetap diberlakukan pembatasan jumlah tamu. (Tribunjogja/Santo Ari)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Ini Syarat Menggelar Pesta Pernikahan di Wilayah Sleman Selama Pandemi Virus Corona

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved