Breaking News:

Buka Tempat Hiburan & Pariwisata, Walkot Bekasi: Kalau Tiba-tiba Tutup, Pemkot Tak Punya Apa-apa

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, jika tempat hiburan hingga tempat wisata ditutup maka pendapatan asli daerah (PAD) juga berkurang.

TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah melarang kegiatan industri pariwisata perkotaan untuk dibuka terlebih dahulu.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Jabar nomor 556/1435-Pemas.

Pelarangan ini diterbitkan guna mencegah penularan virus corona atau Covid-19 di Jawa Barat.

Namun, Surat Edaran itu bertolak belakang dengan kebijakan Pemkot Bekasi.

Seperti diketahui, Pemkot Bekasi telah lebih dahulu membuka tempat pariwisata hingga tempat hiburan.

Mereka beralasan, jika tempat-tempat itu ditutup maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga turut berkurang.

 Seusai Lakukan Uji Klinis Tahap 3, Bio Farma Akan Produksi Massal Vaksin Covid-19 di Awal Tahun 2021

 Kabar Baik, Vaksin Covid-19 dari China Akan Diproduksi Bio Farma Hingga 250 Juta Dosis, Rilis 2021?

 Anji Dikecam PFI soal Foto Jenazah Covid-19 Hasil Karya Joshua Irwandi, Minta Maaf & Klarifikasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Kota Bekasi, Senin (13/7/2020).
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Kota Bekasi, Senin (13/7/2020). (KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA)

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Akibatnya, lanjut Rahmat, kebutuhan operasional tidak bisa terpenuhi.

Sebab tak ada pendapatan dari pajak tempat hiburan hingga tempat wisata.

"Kalau tiba-tiba kita tutup ini nanti Pemkot tidak punya apa-apa, pajak tidak dapat," ucap Rahmat di Bekasi, Senin (20/7/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

HALAMAN SELANJUTNYA ===========>

Editor: Irsan Yamananda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved