Breaking News:

Bos Arisan Beromzet Ratusan Juta Rupiah Kabur, Polisi Segel Lima Bangunan dan Empat Mobil

HA, tambah Basyir, diketahui mengelola arisan dari investasi barang elekronik hingga paket kurban.

KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN
Seorang anggota Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat, tengah memasang garis polisi pada salahsatu bangunan di halaman belakang rumah milik HA, Sabtu (1/8/2020). HA dilaporkan sejumlah anggotanya ke polisi karena diduga tak kunjung mencairkan paket arisan sebagaimana telah dijanjikan 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi memburu pengelola arisan kurban berinisial HA.

Pihak kepolisan menduga, arisan tersebut beromzet hingga ratusan juta rupiah.

Peristiwa itu terjadi di daerah Kampung Limbangan, Desa Limbangsari, Cianjur, diburu polisi.

HA diduga kabur setelah tak penuhi janjinya mencairkan paket arisan kepada warga.

Berdasarkan informasi yang beredar, paket tersebut seharusnya diberikan kepada warga pada 31 Juli 2020.

Seorang kuasa hukum korban menuturkan, uang arisan yang diberikan ke HA bervariasi.

 Tessa Kaunang Jadi Korban Penipuan Olshop Sepeda Brompton, Uang Rp 23 Juta Raib, Barang Tak Sampai

 Beli Sepeda Harga Rp 23 Juta, Tessa Kaunang Ternyata Jadi Korban Penipuan Olshop, Barang Tak Datang\

 Petani Diamankan Polisi karena Lakukan Penipuan Ngaku Jadi Dukun Bisa Gandakan Uang Rp 7 Triliun

Seorang anggota Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat, tengah memasang garis polisi pada kendaraan diduga milik HA di belakang rumahnya, Sabtu (1/8/2020). HA dilaporkan sejumlah anggotanya ke polisi karena diduga tak kunjung mencairkan paket arisan sebagaimana telah dijanjikan.
Seorang anggota Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat, tengah memasang garis polisi pada kendaraan diduga milik HA di belakang rumahnya, Sabtu (1/8/2020). HA dilaporkan sejumlah anggotanya ke polisi karena diduga tak kunjung mencairkan paket arisan sebagaimana telah dijanjikan. (KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)

Ia mengatakan, uang tersebut antara Rp 500 juta hingga Rp 3 Miliar pada HA pada Maret 2020.

“Jadi, pihak terlapor ini sebagai pengelola arisan berupa investasi sejumlah barang," jelas Basyir Siregar kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020) seperti dikutip dari Kompas.com..

Investasi yang dimaksud seperti alat elektronik dan perabot rumah tangga.

Selain itu, ada juga paket kurban dan jenis paket arisan lainnya.

HALAMAN SELANJUTNYA ===========>

Editor: Irsan Yamananda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved