Breaking News:

Dugaan Korupsi PDAM Tulungagung Rugikan Negara Rp 1,3 Miliar, Kejari Tetapkan Seorang Tersangka

Berdasar hasil audit BPKP ada kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar lebih. Namun DH tidak ditahan, dan hanya ditetapkan sebagai tahanan kota.

Surya.co.id/David Yohanes
Kantor PDAM Tulungagung. 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung menetapkan DH (45) sebagai tersangka dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Cahaya Agung, Kabupaten Tulungagung, Kamis (3/9/2020).

"Kemarin pertama kali DH kami periksa dalam statusnya sebagai tersangka," terang Kasi Intelejen Kejari Tulungagung, Tri Agung Radityo, Jumat (4/9/2020).

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mendapatkan penghitungan kerugian dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Agung mengungkapkan, berdasar hasil audit BPKP ada kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar lebih.

Namun DH tidak ditahan, dan hanya ditetapkan sebagai tahanan kota.

"Saat ini kan ada program asimilasi untuk mengurangi penghuni Lapas. Selain itu tersangka selama ini juga bersikap kooperatif," lanjut Agung.

Baca: KPK Selisik Peran Dirut PT PAL Indonesia Dalam Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Korupsi ini terjadi sejak tahun 2016 pada pos anggaran pemeliharaan.

Dalam modusnya, DH menggunakan anggaran ini untuk berbagai kepentingan pemeliharaan.

Mulai dari jaringan perpipaan, hingga kendaraan dinas PDAM Tirta Cahaya Agung.

"Ada temuan kegiatan fiktif, ada juga mark up. Misalnya perbaikan mobil yang tidak ganti onderdil, tapi diklaim ganti onderdil," ungkap Agung.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved