Bos Mebeul Dibunuh Perampok dan Jasadnya Ditemukan Setelah 8 Tahun, Korban Diduga Dililit Lakban

Jasad Sidik Purwanto (61) warga Banyuasin, Sumatera Selatan, ditemukan tinggal tulang belulang terkubur di tanah, Sabtu (5/9/2020).

Editor: Adi Suhendi
TRIBUN SUMSEL/SHINTA ANGGRAINI
EVAKUASI TENGKORAK - Proses evakuasi tengkorak yang diakui tersangka Muslimin (37) adalah tengkorak Sidik Purwanto (61) korban yang ia dan rekan-rekannya rampok, bunuh dan kubur di sawah kawasan Mariana kabupaten Banyuasin untuk menghilangkan jejak 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Jasad Sidik Purwanto (61) warga Banyuasin, Sumatera Selatan, ditemukan tinggal tulang belulang terkubur di tanah, Sabtu (5/9/2020).

Sidik menjadi korban perampokan dan pembunuhan sekawanan perampok pada Sabtu, 3 Maret 2013 lalu.

Para pelaku lantas mengubur jasad bos Mebeul tersebut di pinggir sawah kawasan Mariana, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Tim Forensik RS Bhayangkara Palembang telah memeriksa tulang manusia yang diakui tersangka Muslimin (37) merupakan tengkorak dari Sidik Purwanto.

Baca: 7 Tahun Dicari Keluarga, Mayat Sidik Purwanto Ditemukan Tinggal Tulang Terbungkus Kasur

Muslim bersama-sama rekannya membunuh dan mengubur korban untuk menghilangkan jejak.

Dokter forensik RS Bhayangkara Palembang dr Mansuri SpKF yang memimpin jalannya proses autopsi mengakui sedikit mendapat kesulitan saat memeriksa tengkorak tersebut.

Sebab kondisi tengkorak yang tidak lengkap bahkan mulai keropos, menyulitkan tim forensik dalam melakukan pemeriksaan.

"Seperti bagian tulang belakang tidak ada. Antara jari kaki dan tangan sudah sulit dibedakan. Terus juga batok kepalanya keropos. Mungkin karena usia korban ini lebih dari 50 tahun dan terkubur di tanah lumpur yang basah, jadi mempengaruhi tekstur tulang," ujarnya, Rabu (9/8/2020).

Baca: 7 Tahun Lalu Dirampok dan Dikubur, Jenazah Sidik Ditemukan, Anaknya Sempat Tanya ke Orang Pintar

Lebih lanjut dikatakan, saat tiba di instalasi forensik RS Bhayangkara Palembang, tengkorak tersebut berada di dalam karung plastik besar warna putih yang berlumuran lumpur sawah.

Kemudian ditemukan juga seutas tali dan lakban kuning yang diduga digunakan para tersangka untuk melilit tubuh korban.

Terkhusus untuk lakban kuning yang ditemukan, Mansuri menduga para tersangka menggunakannya dengan langsung melilitkan ke tubuh korban.

Hal ini terlihat dari diameter lingkaran lakban kuning tersebut.

"Jadi kemungkinan lakban itu digunakan untuk melilit kepala, tangan, badan dan kaki korban. Kita lihat dari diameter lakbannya, ya seperti itu," ujarnya.

Namun, untuk memastikan apakah tengkorak tersebut benar merupakan Sidik Purwanto, Mansuri menyarankan untuk dilakukan tes DNA dengan pihak keluarga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved