Breaking News:

Pasangan Suami Istri di Solo Tercekik Pinjaman Online, Diteror Gara-gara Telat Bayar, Data HP Dicuri

Pasangan suami istri di Kadipiro Solo tercekik pinjaman online. Keduanya terus diteror saat telat melakukan pembayaran.

Editor: Miftah
vestifinance.ru
Ilustrasi pinjaman online- Pasangan suami istri di Kadipiro Solo tercekik pinjaman online. Keduanya terus diteror saat telat melakukan pembayaran. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNNEWS.COM- Pasangan suami istri di Kadipiro Solo tercekik pinjaman online.

Keduanya terus diteror saat telat melakukan pembayaran.

Bahkan pihak fintech mencuri data HP.

Di tengah kondisi resesi begini, iklan-iklan pinjaman online mulai menggoda masyarakat.

Pinjaman online memang jadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin mendapat uang dengan cara yang mudah dan cepat.

Kuasa hukum pasutri tersebut dari LBH Solo Raya, I Made Ridho mengatakan, pada kasus pasuntri tersebut, clientnya mendapat perlakuan dipermalukan dan diintimidasi oleh sebuah fintech.

Baca: PNM Lunasi Utang Medium Term Note Rp 390 Milliar

Baca: Jadi Calon Wali Kota Solo, Gibran Laporkan Harta Kekayaan Rp 21,1 Miliar dan Utang Rp 895 Juta

Baca: Dipicu Soal Utang, Pria di Muaraenim Tikam Tetangga Hingga Pisau yang Digunakannya Patah

"Awalnya pasutri ini butuh uang, lalu mendapatkan SMS dari salah satu fintech, yang didalamnya ada link." katanya, Jumat (25/9/2020).

"Link tersebut kemudian di klik lalu mengarah untuk mendownload sebuah aplikasi," imbuhnya.

Setelah aplikasi tersebut di unduh, pasutri tersebut kemudian melakukan registrasi untuk melakukam pinjaman secara online.

"Pengajuannya sama, seperti mengirim foto selfie, KTP, mengisi kuesioner, lalu uang pinjaman di transfer," jelasnya.

Awalnya pasutri ini meminjam Rp 500 ribu, setelah itu meminjam lagi Rp 5 juta.

"Kalau fintech yang legal itu suku bunga ditetapkan sesuai aturan OJK, tapi kalau yang ilegal itu bunganya bisa Rp 25-50 per hari," jelasnya.

Itu belum termasuk denda.

Menurut Ridho, dendanya bisa lebih gila lagi.

"Jika sudah jatuh tempo, ada denda berjalan mencapai Rp 75 ribu per hari," tambahnya.

Kliennya sempat terlambat melakukan pembayaran, yang kemudian mendapatkan teror dari fintech tersebut.

"Terornya beragam, dari intimidasi, hingga mencuri data di HP klien saya," kata dia.

"Data yang diambil biasanya foto dan nomor telepon yang ada di HP tersebut," ucapnya.

"Kemudian fintech ini membuat grup, lalu membuat pesan jika pasutri ini melarikan uang perusahaan, dan meminta anggota grup patungan," imbuhnya.

Hal tersebut membuat pasangan pasutri ini ketakutan dan trauma, dan kemudian melakukan konsultasi hukum.

"Kasusnya kita laporkan ke Mapolresta Solo, dan pasutri ini juga kita berikan rehabilitasi," tandasnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul "Kisah Keluarga di Kadipiro Solo Tercekik Utang Online : Pinjam Rp 500Ribu, Bunga Rp 75Ribu per hari"

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved