Breaking News:

Kasus Penembakan Pendeta di Papua, KKB Dituding Propaganda untuk Sudutkan TNI-Polri

Polri masih menyelidiki penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Kab Intan Jaya, Papua, Polri membantah pelaku penembakan adalah aparat keamanan.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Brigjen Awi Setiyono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI memastikan masih melakukan penyelidikan kasus penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono mengatakan penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri.

Sebaliknya, ia membantah tudingan pendeta itu tewas ditembak aparat keamanan.

"Selama ini propaganda KKB memang demikian selalu menyudutkan dan menyalahkan Polri dan TNI di sana. Tapi di sana sudah ada tim gabungan Polri-TNI yang sedang melakukan penyelidikan. Kita sama-sama tunggu nanti hasilnya. Tentunya dari tim gabungan akan merilis," kata Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (29/9/2020).

Baca: Pemerintah Pastikan Usut Tuntas Insiden Penembakan di Distrik Hitadipa Papua

Baca: Pemerintah Indonesia ke Vanuatu: Anda Bukan Representasi dari Orang Papua dan Berhentilah Berfantasi

Selain itu, Awi juga  menanggapi kabar Persekutuan Gereja Indonesia yang meminta kepolisian untuk membentuk tim independen mengusut kasus itu.

Ia menegaskan Polri tidak masalah jika memang usulan tersebut dilaksanakan.

"Kalau independen silakan saja. Kan bukan saya menentukan bukan Polri, tanya kepada yang mereka. Polri sudah ada tim gabungan dengan TNI ya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pendeta tewas diduga ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Pendeta tersebut bernama Yeremia Zanambani.

Peristiwa ini diungkapkan oleh Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa, melalui rilis, Minggu (20/9/2020).

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved