BKSDA Turunkan Pawang Harimau dan Pasang Kamera Trap di Aceh Selatan

Petugas juga sudah melakukan upaya pengusiran menggunakan marcon agar satwa yang dilindungi itu bisa kembali ke habitatnya.

Editor: Eko Sutriyanto
HO
ILUSTRASI-- Foto harimau yang diunggah di akun media sosial facebook Pulu Toraja, Kamis (7/5/2020) 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Taufik Zass

 TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama instansi terkait lainnya terus melakukan upaya pengusiran terhadap Harimau Sumatera yang berkeliaran di pedalaman Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan dan sudah memangsa dua ekor ternak warga setempat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto mengaku BKSDA bersama pihak terkait lainnya telah memasang kamera trap (kamera pengintai) dibeberapa titik serta menempatkan sejumlah petugas gabungan di sekitar lokasi tersebut.

"Mengenai berapa ekor jumlahnya kita belum tahu, cuma sejak Jumat malam sejumlah petugas telah di stanby-kan di lokasi dengan terus memantau pergerakan harimau melalui kamera trap yang telah di pasang di beberapa titik lokasi," kata Agus Arianto saat dikonfirmasi Serambinews.com, Sabtu (3/10/2020) malam

Tak hanya itu, lanjut Agus Arianto, petugas juga sudah melakukan upaya pengusiran menggunakan marcon agar satwa yang dilindungi itu bisa kembali ke habitatnya.

Baca: Warga Kampung Bengkelang Aceh Diteror Kemunculan Harimau, Sudah Memangsa Lembu

"Rencana kita akan datangkan Pawang Harimau, Pak Sarwani asal Meulaboh, Aceh selaku pawang Harimau BKSDA supaya Harimau itu bisa kembali kehabitatnya," punglas Agus Arianto.

Sebagaimana diberitakan, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali berkeliaran di wilayah perkebunan dekat perkampungan penduduk di Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

Bahkan Satwa liar yang dilindungi ini dilaporkan sudah memangsa dua ekor sapi betina milik milik masyarakat Gampong Durian Kawan kecamatan tersebut.

Camat Kluet Timur, Moeriadi SE melaporkan, dua ekor sapi yang sudah berumur dewasa yang ditemukan telah mati akibat dimangsa harimau pada Jumat (2/10/2020) itu merupakan milik Sapar, salah seorang warga Dusun Labah Rambung, Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur.

Sebelumnya pemilik dua ekor sapi ini mengalami kehilangan hewan peliharaannya karena tidak kunjung pulang-pulang ke kandangnya. Setelah dilakukan pencarian akhirnya pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB ditemukan bangkai sapi ini telah mati dengan luka di sekujur tubuh bekas cakaran harimau.

Baca: Unggah Video Viral Harimau Maharani Zoo Lamongan yang Tampak Kurus, Nazichatul Akhirnya Minta Maaf

Menurut pengakuan pemilik sapi, lanjut Moeriadi, dua ekor sapi tersebut diperkirakan dimangsa harimau dalam rentang waktu berbeda yakni 1 ekor pada Kamis (1/10/2020) malam lalu 1 ekor lagi pada Jumat pagi. "Kejadian ini telah dilaporkan kepada petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh wilayah Aceh Selatan di Tapaktuan," ungkap Moeriadi.

Bahkan pada Jumat kemaren, lanjutnya, tim gabungan telah turun meninjau lokasi. Hasil pengecekan petugas, sebanyak dua ekor sapi milik Sapar, ditemukan telah mati dan dipastikan akibat di mangsa harimau karena disekitar lokasi terdapat bekas tapak Harimau.

"Pasca menemukan dua ekor sapinya telah mati di mangsa harimau, Pak Sapar langsung menghubungi petugas BKSDA Aceh wilayah Aceh Selatan di Tapaktuan. Jumat kemaren, petugas gabungan telah turun langsung ke lokasi," ungkapnya.

Namun sejauh ini, Moeriadi belum diketahui berapa ekor harimau yang kembali turun ke wilayah perkebunan dekat perkampungan penduduk tersebut termasuk dan apakah harimau jantan atau betina.

"Petugas dari BKSDA Aceh telah memasang kamera trap serta menempatkan sejumlah petugas gabungan di sekitar lokasi tersebut," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved