Breaking News:

Investigasi Penembakan Pendeta, Seorang Tim Pencari Fakta dan Anggota TNI Tertembak di Intan Jaya

Insiden penembakan terjadi, saat tim pencari fakta dalam perjalanan pulang dari lokasi yang di investigasi ke ibukota Intan Jaya.

Editor: Willem Jonata
Pragativadi.com
Ilustrasi penembakan 

Laporan Koresponden Tribun Network di Papua, Banjir Ambarita

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Seorang anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan pendeta dan anggota TNI tertembak saat melakukan investigasi di Intan Jaya, Papua, Jumat (9/10/2020) sekitar pukul 15.45 WIT.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal.

“Ya, ada insiden penembakan terhadap tim pencari fakta kasus penembakan pendeta di Intan Jaya. Akibatnya satu anggota tim pencari Fakta dan satu personil TNI tertembak,” ungkap Kamal.

Menurut Kamal, insiden penembakan terjadi, saat tim pencari fakta dalam perjalanan pulang dari lokasi yang di investigasi ke ibukota Intan Jaya.

Baca: Warga Sipil Korban Penembakan KKSB di Nduga Papua Meninggal Dunia

Baca: Usul Bentuk Tim Independen, PSI Papua Minta Kasus Penembakan Pendeta Zanambani Diusut Tuntas

”Tim dalam perjalanan pulang dari Distrik Hitadipa menuju Sugapa ibukota Intan Jaya,”kata Kamal.

Seorang anggota tim pencari fakta yang yang tertembak atas nama Bambang Purwoko dan anggota TNI atas nama Sertu Faisal Akbar.

Korban penembakan -997534593
Bambang Purwoko, anggota tim pencari Fakta tertembak di Intan Jaya, Jumat (9/10/2020) sekitar pukul 15.45 WIT.

“Bambang kena tembak di kaki kiri sedangkan prajurit TNI di bagian pinggang,”tutur Kamal.

Kedua korban saat ini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Sugapa. “Kita harap kondisi keduanya kembali baik,”ucap Kamal.

Baca: Personel TNI Buru Anggota KKSB Pelaku Penembakan Anggota TGPF Intan Jaya

Kamal menyatakan prihatin atas insiden itu, sebab bisa mengganggu proses pengumpulan data atas insiden penembakan terhadap pendeta di Intan Jaya.

“Sangat disayangkan kejadian ini terjadi, di saat sedang dilakukan pengumpulan data terkait penembakan pendeta,”pungkas Kamal.

Sementara kelompok bersenjata be memberikan keterangan resmi terkait insiden itu. Juru Bicara OPM Sebby Sambon saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi.

Tim pencari fakta dibentuk pemerintah pusat guna mengungkap insiden penembakan terhadap Yeremias Zanbani di distrik hitadipa Kabupaten Intan Jaya beberapa waktu lalu, TNI dan Kelompok bersenjata saling tuding sebagai pelaku penembakan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved