Breaking News:

Penganiaya Anak Angkat Hingga Tewas di Maluku : "Saya Pukul karena Melawan Saat Disuruh Makan"

Korban meninggal setelah diantarkan pulang ke rumah orangtua kandungnya di Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada 3 Oktober

(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)
EM tersangka dugaan penganiayaan terhadap anak angkat sendiri hingga tewas dihadirkan saat ekspos kasus di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (14/10/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Polisi menetapkan EM dan MK  sebagai tersangka karena diduga menganiaya anak angkatnya berinisial SFU (7).

EM mengaku beberapa kali memukul korban dengan rotan dan kabel.

Pengakuan itu disampaikan tersangka saat menjawab pertanyaan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Leo Nugraha Simatupang pada Rabu (14/10/2020).

Awalnya, Leo bertanya berapa kali EM telah menganiaya korban.

Tetapi, pelaku membantah melakukan penganiayaan.

"Saya tidak menganiaya pak, saya hanya memukuli korban dengan kabel dan sesekali dengan rotan," jawab EM di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Rabu.

Baca juga: LIVE Streaming Mola TV dan Net TV, Timnas Indonesia U-19 vs Makedonia Utara, Pukul 20.00 WIB

Di hadapan Kapolres, tersangka mengaku terpaksa memukul anak angkatnya karena melawan saat disuruh makan.

EM mengatakan, selama ini istrinya, MK, kerap menganiaya korban.

Sementara, dirinya menganiaya korban sebanyak tiga kali.

"Saya baru tiga kali memukuli korban, itu karena dia bikin kesal tidak mau makan, biasa yang sering pukul itu istri saya," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved