Breaking News:

Bocah 7 Tahun Tewas di Tangan Orangtua Angkat, Pelaku Kesal Korban Tak Mau Makan

Seorang bocah berinisial SFU (7) di Ambon, Maluku menjadi korban penganiayaan yang dilakukan orangtua angkatnya, EM dan MK.

Kompas.com
Ilustrasi korban tewas 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang bocah berinisial SFU (7) di Ambon, Maluku menjadi korban penganiayaan yang dilakukan orangtua angkatnya, EM dan MK.

Akibat penganiayaan tersebut, korban tewas dengan luka memar di sekujur tubuhnya.

Ironisnya, pelaku sudah berulang kali melakukan penganiayaan terhadap SFU dengan alasan sepele.

Terakhir, pelaku memukulnya lantaran kesal korban tidak mau makan.

Sesaat sebelum tewas, oleh pelaku tersebut korban diserahkan kepada orangtua kandungnya di Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada 3 Oktober 2020.

Orangtua kandung mengaku syok setelah melihat luka yang diderita korban. Sebab, ditemukan luka memar di sekujur tubuhnya.

Baca juga: Sosok Rangga Bocah yang Tewas Melawan Pemerkosa Ibunya, Pandai Mengaji & Kerap Dapat Ranking

Sebelum tewas, korban juga sempat menceritakan kepada orangtua kandungnya tersebut terkait penganiayaan yang dilakukan kedua pelaku.

Karena itu, orangtua kandungnya tidak terima dan akhirnya melaporkannya kepada polisi pada 7 Oktober 2020 lalu.

Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan membongkar kuburan korban untuk dilakukan otopsi pada Sabtu (10/10/2020).

Hasil sementara dari autopsi itu memang ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

Halaman
12
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved