Penanganan Covid
Hanya Setengah Populasi Masyarakat Di Atas 10 Tahun Yang Berperilaku Cuci Tangan Dengan Benar
Kirana pun membeberkan data Kementerian Kesehatan tahun 2018 soal perilaku mencuci tangan masyarakat.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Keseatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dr. Kirana Pritasari mengatakan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan tangan masih sangat kurang.
Padahal, di situasi pandemi Covid-19, kebersihan tangan menjadi salah satu cara mencegah penularan virus Corona secara luas.
Kirana pun membeberkan data Kementerian Kesehatan tahun 2018 soal perilaku mencuci tangan masyarakat.
Baca juga: Indonesia Jalin Kerjasama Vaksin Covid-19 dengan Imperial College London dan VacEquity Global Health
Baca juga: Kemenkes: Cara Paling Sederhana dan Efektif Cegah Penularan Covid-19 Prilaku Cuci Tangan Pakai Sabun
Baca juga: Update Covid-19 Global 15 Oktober 2020: Total Infeksi Dunia 38,7 Juta, Indonesia 344.749 Kasus
Hal itu disampaikan Kirana dalam Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (15/10/2020).
"Berdasarkan data tahun 2018, hanya setengah dari populasi masyarakat Indonesia di atas usia 10 tahun yang mempraktikkan perilaku cuci tangan yang benar," kata Kirana.
Lebih lanjut, Kirana menilai, mencuci tangan pakai sabun bisa melindungi keluarga serta orang-orang di sekitar.
"Dalam konteks ini kebersihan tangan sangat penting untuk menjaga anak-anak kita, dokter atau tenaga kesehatan, para pekerja dan masyarakat secara umum agar aman dari penyebaran covid-19 dan penyakit menular lainnya," ucap Kirana.