Sabtu, 30 Agustus 2025

Identitas Remaja yang Ditemukan Tewas di Bukit Jamur Terungkap, Korban Masih Berstatus Pelajar SMP

Identitas mayat remaja yang ditemukan di kubangan air, Bukit Jamur, Gresik, Jawa Timur, akhirnya terungkap

Editor: Adi Suhendi
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi Jenazah 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Identitas mayat remaja yang ditemukan di kubangan air, Bukit Jamur, Gresik, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Berdasarkan hasil autopsi, banyak luka di tubuh siswa SMP tersebut, terutama kepala.

Korban diketahui bernama Aril, warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah yang dilaporkan hilang beberapa hari lalu.

Sejak pertama ditemukan pada Jumat (30/10/2020) sore, total selama kurang lebih empat hari jasad remaja itu baru diketahui siang ini identitasnya.

Keluarga korban yang melaporkan anaknya hilang itu datang ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sina.

Ayah korban, Arifin datang tidak sendiri.

Baca juga: Pemuda di Gresik Dikeroyok dan Kepalanya Dipukul Botol Akibat Tak Sengaja Injak Kaki di Warung Kopi

Dia didampingi kepala Desa Sidokumpul sambil membawa sejumlah barang.

Petugas melakukan autopsi sekitar dua jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Ayah korban yang bekerja di BPD Sidokumpul itu hanya tertunduk lesu menunggu hasil autopsi petugas di dalam ruangan.

Sekitar pukul 12.15 Wib mereka keluar dari ruang instalasi forensik dan medikolegal.

Baca juga: Identitas Remaja yang Ditemukan Tewas Mengapung di Bukit Jamur Terungkap, Tangis Keluarga Pecah

Jasad remaja itu telah dikafani langsung dibawa ke dalam mobil ambulans menuju rumah duka di Desa Sidokumpul, Bungah.

Kepala Desa Sidokumpul Ahmad Asyhar membenarkan bahwa korban adalah warganya yang hilang beberapa hari lalu.

"Sekarang dibawa pulang untuk dikebumikan," ucapnya sambil terburu-buru, Selasa (3/11/2020).

Jenazah tiba di rumah duka, tangis keluarga korban langsung pecah.

Baca juga: Kondisi Sidik Jari Rusak, Polisi Kesulitan Identifikasi Mayat Pria di Kubangan Air Bukit Jamur

Kedatangan jasad korban bernama lengkap Achmad Arinal Hakim itu akhirnya pulang ke setelah meninggalkan rumah pada Rabu (28/10/2020) malam saat maulid nabi.

Korban langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Keluarga, tetangga bahkan guru mengantarkan korban ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

Alumnus Akpol 2007 itu juga masih belum berani memberikan kesimpulan terkait penyebab kematian remaja malang itu.

"Belum ada, mohon waktu," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, tim medis RS Ibnu Sina mengaku baru menyelesaikan proses autopsi awal.

Kepala Kamar Mayat RS Ibnu Sina Gresik, Abdul Jadi mengatakan hasil pemeriksaan autopsi awal fokus pada identitas temuan jasad itu.

"Hasil pemeriksaan tadi namanya Aril, tadi orang tua kesini sama kepala desa," terangnya.

Setelah empat hari di kamar mayat, jasad korban diketahui bernama Aril setelah keluarga membawa beberapa bukti pendukung.

Seperti pakaian yang dikenakan korban dan beberapa data rekam medis serta bukti lain yang ditunjukkan pihak keluarga.

Pihaknya masih menunggu hasil visum resmi.

Hal ini untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban yang masih duduk di bangku SMP itu.

Dari hasil keterangan pemeriksaan hari ini.

Ditemukan sejumlah luka di bagian tubuh korban.

"Luka di kepala, sama di bagian lainnya. Tunggu hasil visum resmi besok ya, Kamis (5/11/2020) besok," katanya.

Sebelumnya diberitakan, remaja pria yang diperkirakan berusia 13 sampai 14 tahun ditemukan tewas mengapung di kubangan air.

Korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat di punggung dan kaki juga terikat.

Wajahnya lebam, badannya berwarna putih pucat dengan bau busuk yang menyengat.

Baca juga: Pemuda di Gresik Dikeroyok dan Kepalanya Dipukul Botol Akibat Tak Sengaja Injak Kaki di Warung Kopi

Polisi juga kesulitan mencari identitas korban melalui sidik jari.

Karena, sidik jari korban sudah rusak.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga, hingga saat ini masih menunggu hasil autopsi dari RS Ibnu Sina untuk mengetahui penyebab kematian termasuk identitas korban.

"Kami masih menunggu hasil dari pihak medis," ucapnya, Minggu (1/11/2020).

Hampir seluruh badan korban susah dikenali.

Baca juga: Kondisi Sidik Jari Rusak, Polisi Kesulitan Identifikasi Mayat Pria di Kubangan Air Bukit Jamur

Saat ditemukan mayat dalam kondisi tengkurap di tepian kubangan.

Punggung dan bagian kepala belakang dihinggapi lalat.

Sedangkan wajah korban lebam berwarna merah kehitam-hitaman.

Diperkirakan, jasad remaja tanpa identitas itu sudah lima hari berada di lokasi kejadian.

Pihaknya juga masih belum bisa menyimpulkan apakah info remaja hilang yang ramai di media sosial itu adalah korban.

Baca juga: Mayat Remaja Kaki dan Tangan Terikat Mengapung di Kubangan Bukit Jamur, Diduga Korban Pembunuhan

Sampai saat ini petugas masih menyingkronkan korban dengan data yang dimiliki keluarga dari Arifin asal Sidokumpul, Kecamatan Bungah yang baru-baru ini melaporkan anaknya hilang dua hari lalu.

Terkait penyebab kematian, juga belum diketahui, apakah korban dibunuh terlebih dahulu kemudian diikat dan dibuang di kubangan air.

Atau korban diikat dalam kondisi hidup lalu dibuang di kubangan hingga tewas.

"Kami mohon waktu, menunggu hasil otopsi untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian korban," katanya.

Sebelumnya korban ditemukan oleh dua orang santri saat mencari mangga pada Jumat (30/10/2020) pukul 16.00 Wib.

Sarung dan peci

Di lokasi kejadian polisi menemukan sarung dan kopiah terbungkus kantong plastik.

Baca juga: Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar, Tamu Hotel Ini Sempat Minta Selimut

Sedangkan di tubuh korban, petugas menemukan masker di saku baju koko yang dikenakan korban.

"Kita masih coba ungkap identitas korban untuk ungkap pelaku dan dan motifnya," ucap AKP Sujiran, Kapolsek Bungah, Sabtu (31/10/2020).

Sujiran mengatakan, korban diduga masih berusia 13 sampai 15 tahun.

Kondisinya, kedua tangan korban diikat tali tampar. Sedangkan kakinya diikat kain celana.

Baca juga: Ayah dan Tiga Anaknya Tewas Susul Ibu yang Lama Meninggal, Rumah Kebakaran saat Tidur Pulas

Korban hanya mengenakan baju koko.

Kondisi badan korban kaku, berwarna putih pucat. Sedangkan wajahnya melepuh.

"Ya, karena tangannya terikat. Sekarang menunggu hasil visum rumah sakit," katanya.

Jasad korban dievakuasi petugas mengenakan alat pelindung diri lengkap dari kubangan air di Bukit Jamur. Kemudian dibawa menuju RSUD Ibnu Sina

Penulis: Willy Abraham

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Identitas Jasad Remaja Tangan dan Kaki Terikat di Bukit Jamur Gresik Terungkap, Banyak Luka di Tubuh

Sumber: Surya
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan