Breaking News:

Beredar di WhatsApp, Rekaman Suara PNS Minta Honorer Dukung Paslon Pilihan di Pilkada: Ancam Pecat

"Bagi honorer maupun tenaga sukarela, siap-siap dipecat kalau tidak mengikuti ultimatum ini,” kata Sekretaris Camat Ujung Tanah, Andi Syaiful.

ilustrasi Whatsapp 

TRIBUNNEWS.COM - Rekaman suara seorang ASN atau PNS beredar di grup WhatsApp di Makassar.

Rekaman suara itu diduga adalah Sekretaris Camat Ujung Tanah, Andi Syaiful.

Ia meminta honorer untuk mendukung salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar di Pilkada 2020.

Rekaman suara yang beredar di grup WhatsApp dan media sosial ini saat Andi Syaiful memimpin pertemuan dengan honorer, Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KKPS) kecamatan dan Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Ujung Tanah. Permintaan dukungan terhadap salah satu pasangan calon Pilkada Makassar atas instruksi Camat Ujung Tanah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Baca juga: VIRAL Kisah Pemulung yang Baca Alquran di Emperan Toko, Cari Ibu Kandung hingga Biasa Hidup di Jalan

“Arahannya, gubernur untuk memilih wali kota terpilih agar bisa terbangun sinergitas. Data kalian semua ada, ada nomor id kalian semua. Jadi jangan main-main, karena akan terbaca melalui IT. Mohon maaf kalau ada Panwas dan PPK ya, bantu kami sesuai dengan petunjuk pimpinan. Bagi honorer maupun tenaga sukarela, siap-siap dipecat kalau tidak mengikuti ultimatum ini,” katanya dalam rekaman tersebut.

 Pertemuan diawali dengan mengungkit status honorer atas kewenangan pemerintah kecamatan yang disertai ancaman apabila tidak mengikuti ultimatum Camat Ujung Tanah.

Dia pun mengancam akan memecat tenaga honorer yang tidak patuh.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membantah dirinya berpihak kepada salah satu pasangan calon di Pilkada Makassar.
Bahkan, dia mengaku tidak mengenal Sekretaris Kecamatan Ujung Tanah.

“Sekcam itu tidak kenal dengan saya, demi Allah. Jadi orang bikin macam-macam lagi itu. Bagaimana mau kasih arahan, kenal saja tidak. Lihat saya, selama jadi Gubernur tidak pernah urusi politik. Kalau saya, simak baik-baik karakter saya yang tidak dukung mendukung. Saya hari menjadi bapaknya semua,” kata Nurdin, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Viral Seekor Babi Dipukuli Warga hingga Mati Gara-gara Buat Resah Masyarakat, Sempat Ganggu di Kebun

Saat ditanya soal netralitas ASN, dia menegaskan akan memproses bagi yang melakukan pelanggaran.

Halaman
12
Editor: Ifa Nabila
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved