Sosok Windi, Founder Sayap Hati dengan Project Bahagia, Berbagi karena Panggilan Hati
Sosok Windi, founder Sayap Hati dengan Project Bahagia, pemilik video viral di TikTok membantu seorang bapak-bapak kenakan kostum boneka beruang.
Penulis:
Shella Latifa A
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Windi, pria dengan project bahagia, berbagi karena panggilan hati.
Pria asal Palembang ini memberi nama tagline kegiatan berbaginya dengan sebutan "Project Bahagia".
Ia juga merupakan founder dari akun sosial bernama Sayap Hati, @sayaphati.
Kepada Tribunnews, Windi menceritakan bagaimana dia mendirikan komunitas berbagi ini, Kamis (19/11/2020).
Baca juga: Viral Kisah Wanita Ditinggal Suami Pergi Berlayar sebelum Sempat Bulan Madu, Akui Sudah Sering LDR
"Aku udah jalanin project ini udah 4 tahun lalu di komunitas sayap hati ini."
"Untuk nama projectnya, aku namain baru aja dengan sebutan Project Bahagia," cerita Windi.
Pria ini menceritakan kisah dibalik ia mendirikan Sayap Hati dengan project bahagia.
"Jadi aku punya cerita, awal mulanya sepatuku sobek terus ada ibu-ibu ngasih uang aku Rp 200 ribu untuk beli sepatu baru."
Baca juga: Viral Video TikTok Bapak-bapak Kenakan Kostum Boneka Beruang untuk Mencari Rezeki
"Cerita ini menyentuh banget di hidupku."
"Aku pengen semua orang lewat project bahagia ini bisa bikin orang ngerasa masih banyak yang peduli dan berbagi kebahagiaan buat kalian," ucapnya
Ia menceritakan Project Bahagia yang sudah berjalan selama 4 tahun ini telah mencapai sekitar 300 target.
"Sayap Hati ini kayak akun sosial aja, tapi relawan ada si di beberapa kota," ucapnya.
Baca juga: VIRAL Pekerja Tambang Salat di Atas Kendaraan Alat Berat, Mengaku Dilakukan saat Kondisi Tertentu
Windi menceritakan lebih detal tentang Sayap Hati.
"Jadi Sayap Hati ini sebuah akun sosial Instagram yang berbagi hal positif, inspirasi untuk menggerakan hati orang untuk melakukan hal baik," ucapnya.
Ia menceritakan Sayap Hati hanya dipegang oleh dirinya sendiri.
"Sayap Hati saya sendiri, tapi untuk relawan yang membantu Sayap Hati dalam menyerahkan bantuan ada. Ada di Makassar, Pontianak, Jakarta Timur," ujarnya.

Windi menceritakan Sayap Hati berawal dari Instagram, sedangkan di TikTok baru saja.
"Awalnya Instagram, kedua, TikTok justru baru, share hal yang berdampak baik, ketiga YouTube," ceritanya.
Selain project berbaginya, Windi juga mengisi kesehariannya dengan memiliki usaha kecil-kecilan.
Ia juga menceritakan project yang dilakukannya saat awal pandemi covid-19.
"Dari awal pandemi bulan Maret sampai Juni, ada project bagi-bagi sekitar 700 sembako di berbagai kota, namanya Project Bahagia bagi Indonesia," kisahnya.
Baca juga: Viral Video Orang Berseragam Loreng Turunkan Spanduk Rizieq Shihab, Ini Penjelasan TNI
Pria kelahiran Desember ini juga menjelaskan project lainnya sebelum pandemi.
"Projectnya bernama Senabung, Sedekah Nasi Bungkus."
"Jadi itu keliling ke beberapa panti untuk makan bareng sama anak yatim, ini juga dilakuin sama relawan Sayap Hati di berbagai kota kayak Jogja, Surabaya, Palembang," ceritanya.
Windi juga menyampaikan perekrutan relawan Sayap Hati dilakukan secara sukarela.
Namun, tetap memperhatikan keseriusan relawan dalam membantu Sayap Hati ini.
Ia menceritakan dirinya memang sejak SMP sudah suka melakukan donasi dan membantu sesama karena panggilan hatinya sendiri.
Menurutnya, kegiatan berbagi ini kalau tidak dari panggilan hati, akan sulit bertahan.
"Karena kalau ngelakuinnya enggak dari hati karena terpaksa gitu, terus numpang tenar dari akun sosial enggak akan bertahan lama," ucap Windi tegas.
Melalui Project Bahagia, Windi dapat berbagi donasi kepada seorang bapak berkostum boneka beruang.
Videonya dengan Bapak Herman berkostum boneka beruang ini, viral di aplikasi TikTok.
Founder Sayap Hati ini menyampaikan dirinya saat memposting video Tiktoknya itu tidak memikirkan akan viral atau tidak.
"Emang awalnya aku posting itu enggak mikir bakal viral apa enggak."
"Kayak ngasih tau aja kalau ketemu si Bapak, mereka (penonton) bisa ikut berbagi juga," ujarnya.
Windi menitipkan pesan bagi kaum muda lainnya untuk tetap melakukan hal yang positif.
"Jangan takut berbagi, jangan takut untuk melakukan hal baik, karena percayalah apa yang kamu lakuin setulus hati itu akan menyentuh hati seseorang," ucapnya.
(Tribunnews.com/Shella)