Breaking News:

Siswa SMP di Balikpapan Tak Sadarkan Diri Usai Ujian Daring dan Meninggal di Rumah Sakit

Selama di rumah sakit, Wahyudi Rahmad sudah kehilangan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Pihak RSUD Balikpapan memberikan keterangan pers di Ruang Meranti RSUD Balikpapan terkait penyebab meninggalnya Wahyudi Rahmad, pada Rabu (23/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Maulana Ilhami Fawdi

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Pardi (53), warga Jalan Sulawesi Gg. Buntu RT 45 Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Kaltim kehilangan puteranya untuk selama-lamanya.

Anaknya yang berusia 14 tahun terkapar usai mengikuti ujian secara daring, hingga akhirnya meninggal dunia, Rabu (25/11/2020) pukul 06.15 WITA.

Sehari sebelumnya, Wahyudi Rahmad, siswa kelas 8 di SMPN 6 Balikpapan itu ditemukan terkapar di rumahnya seusai mengikuti ujian daring pada pukul 10.00, Selasa lalu.

"Sehabis ujian biasa saya monitor lalu terkapar begitu di ruang tamu," ujar ayah Wahyudi Rahmad, Pardi
kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Pihak keluarga sempat melarikan Wahyudi ke RSUD Balikpapan.

Selama di rumah sakit, Wahyudi Rahmad sudah kehilangan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan dan Festival Daring Sampoerna

Baca juga: Biayai Sekolah Nissa, Sarwendah Syok Tahu Kisah Hidup Sang Pengamen : Adiknya Meninggal saat Ngamen

"Dugaan dokter ada stroke, karena bagian tubuhnya tidak memberi rangsang," tutur Pardi.

Ditanyakan mengenai pengaruh dari kelelahan mengikuti ujian daring, pihak RSUD Balikpapan meragukan hal tersebut.

Pihak RSUD Balikpapan mengatakan, bahwa Wahyudi Rahmad kemungkinan mengalami benturan di kepala.

"Bila dari gejalanya yang tiba-tiba, tidak sadar, muntah, dan kejang-kejang, besar dugaan ada benturan di kepala.

Baca juga: Kesal Ditagih Utang Sambil Marah-marah, Pemuda di Lamongan Nekat Aniaya Kakek 74 Tahun hingga Tewas

Baca juga: Pengendara Motor di Ambon Tewas Dilindas Truk Tangki Air Milik Polda Maluku

Pihak keluarga menginfokan bahwa tiga hari sebelum dibawa ke rumah sakit sempat terjatuh saat berwudhu," ujar dr. Rumiris Manullang, Sp.A, dokter anak yang menanganinya. 

Pihak RSUD Balikpapan belum bisa memastikan secara pasti penyebab meninggalnya Wahyudi Rahmad karena memerlukan hasil pemeriksaan CT Scan.

"Kami tidak bisa, karena tidak memiliki fasilitas CT Scan, sempat akan dirujuk ke RS Siloam dan RSPB untuk CT Scan, namun sudah meninggal dunia," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Bocah SMP Meninggal Usai Ujian Daring, Dugaan Pihak RSUD Balikpapan Karena Terbentur di Kepala 

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved