Breaking News:

Tangan Seorang Pria Nyaris Putus Digigit Buaya Saat Mandi di Pantai, BKSDA Sulawesi Tengah Heran

Peristiwa nahas tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial hingga kemudian viral.

Pixabay/Pixel-mixer / 790 foto
Ilustrasi buaya, Selasa (10/11/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Tangan kanan seorang pria paruh nyaris putus digigit buaya saat mandi di pantai, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pria berinisial SHT. Usianya 51 tahun.

Peristiwa nahas tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial hingga kemudian viral.

Korban merupakan warga yang tinggal di Jalan Sungai Ogotion, Kecamatan Palu Barat.

Peristiwa itu terjadi Minggu (13/12/2020) pukul 09.20 Wita.

Humas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Rino Tobing mengatakan, sosialisasi tentang bahaya berada dekat satwa liar terutama buaya sudah dilakukan dengan pemasangan papan maupun berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang ada tentang bahaya konflik satwa.

 "Cuma saya heran, mengapa masih banyak yang abai. Kami tidak hanya pasang papan di sepanjang teluk Palu loh, kami juga sudah memberikan informasi langsung ke masyarakat agar mereka bisa paham," kata Rino, saat dihubungi Kompas.com. Korban serangan buaya saat ini sudah dilarikan ke RSUD Undara Palu, untuk mendapat perawatan.

Baca juga: Buaya Sepanjang 4 Meter Terlihat Berjemur di Pinggir Sungai Bungus Kota Padang

Kepala Seksi Wilayah Konservasi 1 BKSD Sulteng Haruna sangat prihatin dengan adanya serangan buaya terhadap manusia yang terjadi Minggu pagi.

BKSDA Sulteng 923494
BKSDA Sulteng sudah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk berhati-hati saat berada di sungai Palu maupun pantai Talise, Minggu (13/12/2020).(KOMPAS.COM/ERNA DWI LIDIAWATI)

Pihak BKSDA sudah mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat berada di Sungai Palu dan Pantai Talise.

"Akhir-akhir ini pantauan kami buaya muara semakin banyak dan cenderung agresif. Kami belum melakukan monitor apakah populasinya semakin bertambah atau karena adanya penyempitan habitatnya," kata Haruna, saat ditemui di Kantor BKSDA di Jalan Moh Yamin.

Saat ini, pemerintah tengah membuat tanggul laut pasca tsunami 2018 lalu.

Di sisi lain sebagian Sungai Palu juga sudah ditanggul. Kondisi ini menyebabkan habitat buaya muara semakin menyempit.

Haruna mengingatkan agar warga terus berhati-hati dengan keberadaan hewan buas ini. Ia juga berpesan agar warga mengubah prilaku.

"Saya juga perhatikan ada warga yang mendekati hewan buas ini saat sedang berjemur, ada yang suka foto dan sebagainya. Saya ingatkan agar jangan melakukan hal yang mengusik binatang buas ini. Karena sangat berbahaya," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mandi di Pantai, Tangan Pria Paruh Baya Ini Nyaris Putus Digigit Buaya

Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved