Breaking News:

Bawa 27 Gram Sabu & 15 Butir Ekstasi, Seorang Oknum Polisi Ngaku untuk Pesta Bersama Oknum Lain

Seorang oknum polisi kedapatan membawa 27 gram sabu & 15 butir ekstasi. Barang haram tersebut dipakai untuk pesta narkoba bersama teman sesama polisi.

wytv.com
Ilustrasi penjara- Seorang oknum polisi kedapatan membawa 27 gram sabu & 15 butir ekstasi. Barang haram tersebut dipakai untuk pesta narkoba bersama teman sesama polisi. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang oknum polisi kedapatan membawa 27 gram sabu dan 15 butir ekstasi.

Ia mengaku barang haram tersebut dipakai untuk pesta narkoba bersama-sama teman sesama polisi.

Kini oknum polisi bernama Aipda Indra Jaya Saragih (IJS) tersebut terancam pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Pematangsiantar, Christianto akhirnya menuntut oknum polisi Aipda Indra Jaya Saragih (IJS) yang terlibat peredaran narkotika, dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 2 Miliar subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa dalam tuntutannya di ruang Kartika Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Senin (14/12/2020) sore menyampaikan, perbuatan terdakwa Indra Jaya Saragih bersama ketiga temannya, bersalah melawan program pemberantasan narkoba yang digagas pemerintah dan merusak generasi bangsa.

"Menuntut terdakwa Indra Jaya Saragih dengan pidana penjara selama 7 tahun, Denda Rp 2 Miliar dengan Subsidair 6 bilang kurungan," cetus Jaksa.

Sementara, ketiga teman oknum Polsek Dolok Pardamean itu; Alfian mendapat tuntutan 5 tahun penjara, Dicky Atmaja dan Halomoan dituntut pidana 8 tahun penjara. Adapun denda ketiganya masih sama dengan denda Indra Jaya Saragih.

Baca juga: Mobil Patroli Ditabrak Kereta Api, 2 Polisi Terjepit Gerbong, Seorang TNI Diduga Terlempar ke Sungai

Baca juga: Kronologi Seorang Polisi Ditodong Airsoft Gun dan Diteriaki Perampok oleh Pengemudi Mobil di Medan

Baca juga: Polisi Ditemukan Tewas di Dalam Selokan, Dikira Boneka hingga Sebelumnya Masih Aktif Apel Pagi

Indra sendiri dalam pembelaan yang disampaikan secara lisan, memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim yang dipimpin Fifi Siregar.

"Saya masih ada tanggungan dua anak, dan orangtua yang sudah lansia. Saya juga memohon maaf kepada pimpinan institusi Polri," ujar Indra dengan nada terbata-bata.

Dalam kasus ini, Indra Jaya Saragih bersama dengan tiga rekan sabahatnya itu, diamankan pada Senin 18 Mei 2020 dari dua tempat berbeda di Kota Pematangsiantar.

Halaman
12
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved