Breaking News:

Pasien IGD Ditangkap Gara-gara Gugurkan Janin, Alami Pendarahan setelah Konsumsi Obat Aborsi

Seorang wanita mengalami pendarahan dan dibawa ke RSUD Kota Mataram, Jumat (4/12/2020).

Surya/Ilustrasi
Pasien IGD RSUD Kota Mataram ditangkap gara-gara menggugurkan janin, alami pendarahan setelah mengonsumsi obat aborsi. 

Setelah mengkonsumsi obat tersebut, sang perempuan mengalami pendarahan.

Mereka pun pergi ke IGD rumah sakit. Saat itu AP tidak mengaku jika ia sudah mengkonsumsi obat aborsi sebelum pendarahan.

Baca juga: Geger Temuan Janin Bayi di Sungai Cidurian Kota Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Baca juga: 2 Kali Dihamili Ayah Kandung, Gadis Ini Dianiaya Agar Janinnya Keguguran, Ibu Kandung Ikut Menyiksa

Tak lama setelah sampai di IGD, janin keluar dari rahim AP. Namun sayangnya sang janin meninggal dunia.

"Lalu beberapa saat kemudian janin keluar dari rahim AP. Petugas medis mencoba memberikan pertolongan."

"Tapi janin yang diperkirakan berusia enam bulan itu meninggal dunia," kata Kadek.

Petugas IGD yang curiga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Tak lama kemudian polisi mengamankan sepasang kekasih tersebut. Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penguguran janin (aborsi).

AP dan HS kemudian ditahan di Mapolresta Mataram.

"Kami mengamankan pasangan kekasih yang melakukan aborsi. Sekarang keduanya masih kami lakukan penahanan di Mapolresta Mataram," kata Kadek.

Atas perbuatannya, kedua sejoli itu terancam dijerat Pasal 77 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

(Kompas.com, Karnia Septia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendarahan Setelah Konsumsi Obat Aborsi, Pasien IGD Ditangkap karena Gugurkan Janin, Ini Ceritanya"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved