Breaking News:

11 Tahun Mencabuli Bocah Hingga Menjelang Dewasa, Eks Residivis Ini Dituntut Hukuman 8 Tahun Penjara

Seorang pria setengah baya di Bandar Lampung dituntut penjara 8 tahun oleh jaksa di Pengadilan.

Hanif Mustafa/Tribun Lampung
Suasana sidang tertutup yang dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua Siti Insirah di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Jumat (18/12/2020). Sidang terhadap mantan residivis di Bandar Lampung yang cabuli gadis di bawah umur, menuntut terdakwa selama 11 tahun. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa) 

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Seorang pria setengah baya di Bandar Lampung dituntut penjara 8 tahun oleh jaksa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Pria berinisial MS (55) ini didakwa melakukan pencabulan seorang perempuan sejak ia masih kanak-kanak hingga menjelang dewasa.

MS adalah seorang mantan residivis kasus pencurian berinisial MS (55) ini, mencabuli korban sejak usia tujuh tahun hingga kini berusia 18 tahun.

Sidang terhadap warga Telukbetung Barat, Bandar Lampung tersebut, digelar secara telekonfrensi dan tertutup di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Fakta Ayah Tiri Cabuli Putrinya di Bandar Lampung: Korban Dicekoki Obat Perangsang, Pelaku Guru PNS

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Buana Mardasari meminta ke Majelis Hakim Ketua Siti Insirah untuk menyatakan terdakwa MS terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencabulan.

Sebagaimana Pasal 82 ayat (1) UU RI no.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pidana penjara selama delapan tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dan perintah agar terdakwa tetap ditahan," sebut Tri Buana Mardasari, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Oknum Guru Cabuli 9 Murid Laki-lakinya di Ruang Kelas saat Sepi, Iming-imingi Jajan & Pinjami HP

Selain itu, kata Tri Buana Mardasari, terdakwa dihukum untuk membayar pidana denda Rp 60 juta subsidair enam bulan.

Adapun hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama dalam proses persidangan dan mengakui serta menyesali perbuatannya.

"Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menyebabkan saksi korban mengalami trauma, perbuatan terdakwa melanggar nilai-nilai kesusilaan yang ada di masyarakat dan terdakwa sudah pernah dihukum," tutur Tri Buana Mardasari.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved