Breaking News:

Virus Corona

Cerita Liah Harus Digotong Untuk Cairkan Dana Banpres Produktif

Jaya (48), anak Liah, mengatakan, dia pernah mendatangai bank terkait untuk mencairkan bantuan tersebut mewakili ibunya sebagai penerima.

istimewa
Liah, warga Kampung Ciguha, Desa/Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, harus dibopong demi bisa cairkan dana BLT UMKM karena kaki patah dan pihak bank mengharuskan penerima yang datang sendiri. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Empat orang pria harus membopong Liah (68), warga Kampung Ciguha, Desa/Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Empat orang yang terdiri dari anak dan tetangganya itu membopong Liah pergi dari rumahnya untuk mencairkan Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) atau lebih dikenal BLT UMKM sebesar Rp 2,4 juta.

Jaya (48), anak Liah, mengatakan, dia pernah mendatangai bank terkait untuk mencairkan bantuan tersebut mewakili ibunya sebagai penerima.

Namun, dia harus pulang dengan tangan kosong. Pihak bank menyatakan bantuan tersebut tidak dapat dicairkan apabila bukan penerimanya yang datang langsung ke bank.

Baca juga: Presiden Kembali Salurkan Bantuan Modal Kerja Bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

"Awal daftarnya ada sodoran berkas ke masyarakat untuk daftar, setelah itu daftar, karena usaha ibu saya hanya jual ikan keliling. Tiba-tiba lama-kelamaan (dapat musibah) patah kakinya, tidak bisa berjalan.

Setelah itu saya dengar-dengar cair BLT UMKM-nya, saya cek ternyata benar," ujarnya Jaya melalui sambungan telepon, Jumat (18/12/2020).

"Saya datang ke bank, katanya, tidak bisa selain sama si ibunya datang ke sini. (Kata pihak bank) uang tidak akan ke mana-ke mana, tunggu saja sampai sembuh.

Baca juga: Program Indonesia Pintar: Sasaran, Besaran Bantuan, hingga Cara Cek Penerima PIP

Saya paksakan tadi pinjam kursi roda tetangga untuk ke bank, ternyata dia bisa meng-ACC setelah ibu saya datang. Katanya dia (bank) juga sudah siap menemui ibu saya, tapi menurut saya itu hanya basa-basi, karena pas sebelum dibawa ke sini enggak ada jawaban begitu," terang Jaya.

Sebelum memakai kursi roda milik tetangganya, Jaya mengatakan, ibunya harus digendong terlebih dulu menuju jalan raya karena jalan dari rumahnya ke jalan raya sempit dan becek.

"Ada 20 meteran digendong karena perjalanan becek menuju jalan yang normal. Di jalan yang normal saya pinjam mobil dan pas sampai bank diturunin pakai kursi roda dapat pinjam," jelas Jaya.

"Pihak bank juga nanya mau dipakai apa. Yang pasti dipakai dagang ikan lagi. Tapi di rumah karena ibu saya enggak bisa jalan, paling dibantu adik-adik saya. Alhamdulillah semua uangnya keterima Rp 2,4 juta," kata Jaya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul BIKIN SEDIH, Liah Dibopong dan Dipinjamkan Kursi Roda demi Bisa Ambil BLT UMKM karena Kaki Patah,

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved