Fakta Mengerikan Pembunuhan Nikmatur Rohmah, Budi Santoso Berupaya Melakukan Kekerasan Seksual

Namun Yudo mengungkapkan, tersangka berupaya melakukan kekerasan seksual kepada korban.

Editor: Hendra Gunawan
David Yohanes/Surya
Tersangka Budi Susanto (27) memperagakan rekonstruksi adegan pembunuhan yang dilaksanakan di Mapolres Tulungagung, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG -- Fakta mengerikan muncul dalam rekonstruksi pembunuhan Nikmatur Rohmah (45), warga Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Rabu (23/12/2020).

Rekonstruksi tersebut digelar Satreskrim Polres Tulungagung di halaman Mapolres.

Lokasi rumah korban, TKP pembunuhan diganti dengan ruangan penyidik Satreskrim.

"Atas saran dari Satintelkam, rekonstruksi kami pindahkan. Karena ada potensi gangguan keamanan," terang Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudo Setyantoro.

Dalam rekonstruksi ini, tersangka Budi Susanto (27) memperagakan 75 adegan.

Tidak ada fakta baru ditemukan.

Baca juga: Remaja Membabi Buta Ingin Bunuh Ibu dan Adik, Akhirnya Polisi Semprot Gas Air Mata Lumpuhkan Pelaku

Namun Yudo mengungkapkan, tersangka berupaya melakukan kekerasan seksual kepada korban.

Hal ini dibuktikan hasil visum yang menunjukkan luka baru di kemaluan korban.

"Ada robekan baru ke arah jam 9. Perbuatan itu dilakukan setelah korban meninggal dunia," sambung Yudo.

Selain itu rekonstruksi menegaskan motif pembunuhan karena dendam.

Baca juga: Polisi Lempar Gas Air Mata Lumpuhkan Remaja yang Hendak Bunuh Ibu di Tangerang

Sebab sebelumnya tersangka mengaku punya motif asmara dan pencurian.

Budi mengaku sakit hati, ia kerap ditegur dan dimaki oleh korban dan suaminya, karena sering mengambil air dari musala.

"Di depan rumah korban ini ada musala, tersangka mengambil air dari musala ini dan ditegur.

Dari situ dia merasa dendam," ungkap Yudo.

Baca juga: Pria di Bandung Ini Bunuh Kusir Delman, Korban dan Pelaku Sebelumnya Pesta Miras Sebelumnya

Budi dinyatakan sehat jasmani dan rohani sehingga layak menjalani proses hukum.

Nikmatur Rohmah ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Kamis (19/11/2020) malam.

Saat itu korban ada di rumah sendirian, karena suaminya tahlilan dan dua anaknya tinggal di pondok pesantren.

Polisi menangkap tersangka, Budi Susanto pada Jumat (20/11/2020) menjelang subuh di rumahnya, yang ada di sebelah barat rumah korban. (David Yohanes)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Rekonstruksi Pembunuhan Keji di Tulungagung, Ini Fakta Mengerikan yang Terungkap

Sumber: Surya
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved