Breaking News:

Sindikat Jual Beli Senjata Api Asal Flipina Akan Dibawa ke Papua, Transaksinya di Sulut

Pertengahan Juni 2020, Jhon, MS, dan SS berangkat ke Kabupaten Sangihe untuk membeli senjata api dari RB.

Dhias Suwandi
Kapolda Papua (tengah) bersama Wakapolda Papua, Kabid Humas Polda Papua, Wakapolres Nabire dan Kanitserse Polres Nabire, tengah menunjukan barang bukti senjata api yang berhasil diamankan dari MS yang merupakan sindikat penjualan senjata dari Filipina, Jayapura, Papua, Selasa (5/1/2021) 

Pada 3 November 2020, sekitar pukul 09.00 WIT, MS berangkat ke Biak menggunakan kapal cepat dan mengambil senjata api yang dititipkan ke keluarganya.

MS berangkat menuju Nabire sembari membawa senjata api dan amunisi yang disimpan dalam tas ransel abu-abu pada 5 November.

Paulus menjelaskan, polisi mencoba meringkus MS pada 6 November. Tindakan itu diambil setelah mendapat informasi keberadaan senjata api dari warga.

“Pada 6 November 2020, Sekitar pukul 06.00 WIT, langsung dilakukan penangkapan, namun MS melarikan diri sedangkan barang bukti berasil diamankan,” kata dia.

Sementara MS melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Manokwari. Tiba di Manokwari, MS menurunkan dua pucuk senjata untuk diberikan kepada KS.

Satu senjata dibanderol dengan harga Rp 30 juta. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara, empat pucuk senjata dibawa ke Kabupaten Biak.

MS menyimpan empat senjata itu di rumah keluarganya di Biak. Ia lalu berangkat ke Nabire menggunakan pesawat.

Tiba di Nabire, Jhon justru memerintahkan MS kembali ke Biak untuk mengambil empat pucuk senjata api tersebut. (Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Pengungkapan Kasus Jual Beli Senjata dari Filipina, Ada 12 Pucuk yang Dibawa Pelaku"

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved