Breaking News:

Cerita Ibu-ibu Tewas Terseret Buaya di Depan Anaknya di Bangka Barat, Dibawa Berputar-putar Kolam

Faharudin, Minggu (17/1/2021) mengatakan, Jasad Yati ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, dalam kondisi mengapung

Foto Kiriman Herlin
Ilustrasi: Buaya berukuran besar masuk dalam perangkap yang dipasang BKSDA di kawasan Haloban, Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Jumat (27/11/2020). Foto tidak terkait dengan berita. Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Heboh, Buaya Air Asin Raksasa Teperangkap di Pulau Banyak Barat, https://aceh.tribunnews.com/2020/11/27/heboh-buaya-air-asin-raksasa-teperangkap-di-pulau-banyak-barat?page=all. Penulis: Dede Rosadi Editor: Hadi Al Sumaterani 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -- Seorang wanita di Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung menjadi korban keganasan buaya.

Yati (36), warga pendatang asal Selapan, Sumatera Selatan (Sumsel), tewas tercabik-cabik oleh monster reptil tersebut saat mandi di sebuah kolong (kolam sisa penambangan) Desa Telak Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Ironisnya, peristiwa tersebut disaksikan oleh anaknya sendiri.

Jasad ibu-ibu ini di temukan warga pada Minggu (17/1/2021) pagi, setelah dikabarkan hilang, Sabtu (16/1/2021) di kolong Desa Ranggi, lokasi desa berdekatan dengan lokasi ditemukan.

Kepala Desa Telak, Faharudin, Minggu (17/1/2021) mengatakan, Jasad Yati ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, dalam kondisi mengapung dan sudah tidak bernyawa.

Baca juga: Seorang Wanita Tewas Diterkam Buaya saat Mandi, Disakikan sang Anak, Jasadnya Ditemukan Mengenaskan

"Korban ditemukan warga yang mau pergi ke kebun sawit sekitar jam sembilan pagi tadi.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Hilangnya Sabtu sekitar jam delapan pagi kemarin," ujar Faharudin kepada Bangkapos.com, Minggu (17/1/2021)

Menurut Faharudin, Yati hilang dan diterkam buaya saat mandi di Kolong Desa Ranggi Asam.

Anak korban sempat melihat sang reptil buas tersebut, menyeret Yati ke dasar kolong.

Baca juga: Pria 40 Tahun Berduel dengan Buaya, Awalnya Kaki Diterkam, Berhasil Lepas setelah Memukul Mata Buaya

"Hilangnya waktu mandi di Kolong Desa Ranggi, cuma mungkin diseret dan ketemunya di Kolong Telak. Waktu turun mandi sendiri, cuma anaknya melihat saat di terkam buaya," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved