Breaking News:

Virus Corona

PPKM Jawa-Bali, Pedagang di Pasar Hewan Purbalingga Keluhkan Penjualannya Anjlok Hingga 70 Persen

Pedagang kelinci di Pasar Hewan Purbalingga, Jateng menjerit, dampak PPKM Jawa-Bali, penjualannya anjlok hingga 70 persen.

TribunBanyumas/Permata Putra Sejati
Pedagang kelinci di Pasar Hewan Purbalingga menunggu pembeli, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, PURBALINGGA - Sejumlah pedagang di Pasar Hewan Purbalingga menjerit.

Mereka mengeluhkan anjloknya penjualan lantaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali.

Sejak PPKM diberlakukan dua pekan terakhir, di pasar tersebut, penjualan turun sampai 70 persen.

Dalam Surat Edaran Bupati Purbalingga Nomor 300/0201 tertanggal 6 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disebutkan bahwa pasar hewan tetap beroperasi.

Akan tetapi, pedagang kambing dan unggas dari luar Purbalingga dilarang masuk berjualan di pasar tersebut.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali akan Diperpanjang 2 Minggu setelah 25 Januari 2021

Seorang pedang kelinci di Pasar Hewan Purbalingga, Riyadi (69), mengatakan, sejak berjualan kelinci 30 tahun lalu, baru kali ini penjualannya anjlok sampai 70 persen.

"(Pelaksanaan PPKM di Pasar Hewan) berpengaruh sekali. Penjualan turun, bisa sampai 70 persen," katanya saat ditemui Tribunbanyumas.com di Pasar Hewan Purbalingga, Kamis (21/1/2021).

"Normalnya, bisa menjual 10 sampai 15 ekor kelinci tapi sekarang, paling hanya 3 ekor. Bahkan, kadang-kadang, sama sekali tidak ada yang beli," imbuhnya.

Diakuinya, sebagian besar pembeli datang dari luar Purbalingga, misalnya dari Pemalang, Wonosobo, Bumiayu, dan Purwokerto.

"Kebanyakan dari luar. Orang dari luar tidak boleh masuk dan berjualan di sini, ya anjlok langsung," terangnya.

Baca juga: Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa - Bali

Halaman
12
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved