Breaking News:

Banjir di Kalimantan Selatan

Tangisan Pertama Bayi Banjiriah Saat Banjir Melanda Kalsel, Sang Ibu Berjuang Melahirkan di Perahu

Seorang bayi lahir saat banjir masih melanda Kalimantan Selatan. Bayi ini pun dinamakan dengan nama unik, Siti Noor Banjiriah.

BANJARMASIN POST/AYA SUGIANTO
Warga Desa Kelampayan Ulu, Kecamatan Astambul, dievakuasi dari pemukiman mereka yang dilanda banjir untuk mencari tempat dataran tinggi, Minggu (17/1). Sejak tiga hari ini banjir diwilayah Kabupaten Banjar, Kalsel tidak kunjung surut justru bertambah naik dampak hujan yang sering turun membuat warga yang bertahan dirumah terpaksa harus diungsikan. (BANJARMASIN POST/AYA SUGIANTO) 

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Seorang bayi lahir saat banjir masih melanda Kalimantan Selatan. Bayi ini pun dinamakan dengan nama unik, Siti Noor Banjiriah.

Tangisan pertama Banjiriah terdengar di saat sang ibu berjuang melahirkan di atas perahu saat banjir menerjang wilayahnya di Desa Lokbaintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ( Kalsel)

Beruntung sang ibu yang bernama Ernawati itu ditolong oleh dua orang bidan.

Pada Rabu (20/1/2021) pagi, Ernawati sudah merasakan dirinya hendak melahirkan.

Banjir di Kabupaten Banjar, Kalsel
Banjir di Kabupaten Banjar, Kalsel (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Mendengar ada warga yang membutuhkan bantuan, datang dua orang bidan untuk menolong Ernawati dan mengantarnya ke tempat persalinan.

Namun baru naik perahu (jukung), Ernawati sudah merasakan bayinya siap keluar.

Akhirnya dua bidan itu membantu persalinan di atas perahu.

Baca juga: Irwansyah dan Zaskia Sungkar Ungkap Jenis Kelamin Calon Bayinya dengan Cara Unik

Baca juga: Kumpulkan Donasi, Baim Wong Sedih Lihat Langsung Kondisi Banjir di Kalsel

Baca juga: Najwa Shihab Penasaran Soal Kabar Ancaman Gubernur Kalsel Polisikan Warga yang Viralkan Video Parodi

Salah satu bidan, Arfat, mengatakan kondisi Ernawati sudah pembukaan empat saat baru menaiki perahu.

"Ketika kami datang, dia sudah pembukaan lengkap dan siap melahirkan," ungkap Arfat kepada wartawan, Rabu.

Bayi Ernawati pun lahir dengan kondisi sehat dengan berat 3,3 kilogram dan panjang 50 sentimeter.

"Ibu maupun bayi sekarang dalam keadaan sehat," tutur dia.

Presiden Joko Widodo yang berada di dalam mobil kepresidenan melintasi banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melihat langsung dampak banjir dan meninjau posko pengungsian korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan
Presiden Joko Widodo yang berada di dalam mobil kepresidenan melintasi banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melihat langsung dampak banjir dan meninjau posko pengungsian korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Karena melahirkan di tengah kondisi bencana banjir, bayi Ernawati dinamai Siti Noor Banjiriah.
"Kami beri nama Siti Noor Banjiriah. Terima kasih kepada kedua bidan yang telah membantu saya melahirkan di atas perahu," kata Ernawati.

Dia pun berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu.

"Alhamdulillah saya dan bayi saya yang lahir normal dalam keadaan sehat," ujarnya

Desa terendam banjir sepekan
Kondisi Desa Lokbaintan yang ditinggali Ernawati sudah sepekan mengalami banjir.

Memang air di masuk rumah tidak begitu tinggi karena rumah mereka berbentuk semi panggung.

Akan tetapi akses jalan mereka terendam air cukup tinggi sehingga tidak bisa dilewati dengan transportasi darat.
(Kompas.com/Andi Muhammad Haswar)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Detik-detik Ernawati Melahirkan Bayi yang Dinamai Banjiriah, Bidan: Baru Naik Perahu, Sudah Pembukaan Empat",

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved