Breaking News:

BNPB: Delapan Desa di Kalsel Terendam Banjir

Akhir bulan lalu, lebih dari 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan terdampak banjir, salah satunya Kabupaten Balangan

Banjarmasin Post/Aya Sugianto
Personel Paskhas TNI AU bersama warga secara estafet mengirim logistik sembako ke Posko Pengungsian Korban Banjir Madrasah Mithaul Ulum, Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (26/1/2021). Bantuan dari intansi dan masyarakat terus berdatangan bagi warga yang terdampak banjir. Banjarmasin Post/Aya Sugianto 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir menggenangi delapan desa di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (1/2/2021), pukul 08.30 WITA.

Delapan desa tersebut berada di dua kecamatan. Di Kecamatan Awayan terdapat Desa Tundakan Hulu, Ambakiang, Putat Basiun, Awayan, Badalungga dan Badalungga Hilir yang tergenang banjir.

Sedangkan di Kecamatan Batumandi, desa terdampak antara lain Desa Tariwin dan Lok Batu.

"Jumlah populasi terdampak di wilayah tersebut mencapai 483 KK atau 1.843 jiwa," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Senin (1/2/2021).

BPBD setempat melaporkan bahwa banjir berdampak pada 452 unit rumah, 2 Puskesmas Pembantu, 2 tempat ibadah, 1 unit kantor dan 1 pasar. Selain itu, sekitar 15 hektar sawah tergenang banjir.

Baca juga: 515 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) di Tangerang Selatan Berhasil Graduasi

"Saat kejadian, tinggi muka air mencapai 150 cm. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini" ungkap Raditya.

Pantauan pada malam, air genangan sudah mulai menurun. Menyikapi bencana yang terjadi pagi tadi, BPBD segera melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait. 

Akhir bulan lalu, lebih dari 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan terdampak banjir, salah satunya Kabupaten Balangan.

"Saat itu, enam kecamatan di kabupaten Balangan terdampak banjir yang meluas. 
Kabupaten ini termasuk salah satu kabupaten dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi," tutur Raditya.

Baca juga: Ibu Tewas dan Ayah Hilang saat Banjir di Kalsel, Seorang Bocah 6 Tahun Kini Seorang Diri

 Berdasarkan analisis InaRISK sebanyak 8 kecamatan berada pada potensi tersebut dengan luas 18.024 hektar.  

Secara umum, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Kalimantan Selatan masih berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang hingga dua hari mendatang. 

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved