Ramai Pulau Lantigiang Dijual Rp 900 Juta, Pembeli: Saya Beli Tanah, Bukan Pulau

Ramai soal Pulau Lantigiang dijual seharga Rp 900 juta. Pembeli mengatakan hanya membeli tanah untuk dibangun water bungalows, bukan pulau.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Pulau Lantigiang. Ramai soal Pulau Lantigiang dijual seharga Rp 900 juta. Pembeli mengatakan hanya membeli tanah untuk dibangun water bungalows, bukan pulau. 

TRIBUNNEWS.COM - Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan tentang dugaan penjualan Pulau Lantigiang, pulau yang tak berpenghuni di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan senilai Rp 900 juta.

Dikutip dari Kompas Pagi Kompas TV, Senin (1/2/2021), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, mendukung penuh langkah Polres Selayar untuk mengusut kasus tersebut.

"Jangankan jual beli pulau, masuk saja ke Taman Nasional itu harus dengan izin petugas."

"Kecuali masyarakat lokal yang dalam kerja sama kemitraan dan pembinaan oleh Taman Nasional," tegas Siti Nurbaya.

Ia menambahkan, akan terus mengikuti perkembangan kasus penjualan Pulau Lantigiang ini dari Jakarta.

Baca juga: Pembeli Pulau Lantigiang Selayar Rp 900 Juta Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosoknya

Baca juga: Kepulauan Aru Diguncang Dua Kali Gempa Tadi Malam, Belum Ada Laporan Dampak Kerusakan

7 Orang Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E Zulpan, mengatakan pihak polisi telah menerima laporan atas dugaan penjualan pulau yang dilakukan oleh AS kepada sepasang suami istri SA dan telah dilakukan pembayaran DP sebesar Rp 10 juta.

"Kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan Kepolisian Resor Selayar, Polda Sulawesi Selatan," terang Zulpan

Sampai saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang yang diduga terlibat dalam penjualan Pulau Lantigiang.

"Nanti akan kita periksa dan pertemukan antara penjual dan pembeli. Bagaimana bisa ini diklaim milik penjual," kata Zulpan.

Baca juga: Sengketa Pilbup Kepulauan Aru, Pemohon Dalilkan KPU Punya Rencana Curang Sejak Awal

Baca juga: Anggota DPRD Kepulauan Tanimba Jadi Tersangka Kasus Perzinahan

Pemeriksaan kepada penjual AS dan pembeli SA rencananya akan dilakukan Senin (1/2/2021) kemarin.

Siapapun yang terlibat dalam pemberian surat keterangan kepemilikan palsu, nantinya juga akan ditindak dan dijerat pidana.

Perlu diketahui Pulau Lantigiang masuk ke dalam Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kepolisian Resor Selayar pun telah berkoordinasi dengan Taman Nasional bahwa Pulau Lantigiang ini adalah milik pemerintah daerah dan bukan milik seseorang.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved