Tiga Pasar Muamalah di Kabupaten Bantul Ditutup, Diduga Terkait Jaringan Zaim Saidi

Ketiga pasar tersebut memang menggunakan dirham dan dinar untuk transaksi pembayaran namun masih bisa menggunakan rupiah

Editor: Eko Sutriyanto
Kompas.com
Bentuk koin dirham dan dinar yang digunakan sebagai alat transaksi di Pasar Muamalah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Tiga pasar muamalah di Kabupaten Bantul ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Bantul.

Tiga pasar muamalah diduga merupakan jaringan pasar muamalah Zaim Saidi yang bertransaksi menggunakan dirham dan dinar. 

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Sutanta mengatakan tiga pasar muamalah tersebut berada di Kapanewon Sewon, Kapanewon Bantul, dan Kapanewon Sedayu. 

Ketiga pasar tersebut memang menggunakan dirham dan dinar untuk transaksi pembayaran.

Satu dinar jika dirupiahkan sekitar Rp 3.950.000, sedangkan dirham sekitar Rp 73.500.

Baca juga: Soroti Transaksi Dinar dan Dirham di Pasar Muamalah, Ini Tanggapan Maruf Amin dan Bank Indonesia

Meski ada pedagang dan penjual yang bertransaksi memakai mata uang asing namun masih banyak yang memakai rupiah.  

"Dari pengelola menyampaikan kalau transaksi masih pakai rupiah.

Namun kalau ada yang transaksi pakai dinar atau dirham juga dilayani.

Nilai produk yang dijual tidak terlalu besar, kisaran Rp 75.000 sampai Rp 100.000," katanya, Jumat (05/02/2021).

Ia mengungkapkan ketiga pasar tersebut awalnya merupakan pasar kaget.

Namun setelah berjalan beberapa bulan, pasar tersebut berubah nama menjadi pasar muamalah.

Ada sekitar 40 orang pedagang yang menjadi anggota pasar muamalah.

Pihaknya telah mengamati keberadaan pasar muamalah sejak lama.

Baca juga: Penambang Pasir yang Terseret Arus Sungai Opak di Bantul Belum Diketahui Nasibnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved