Breaking News:

Oknum Polisi di Medan Harus Terima Divonis 2 Kali, 8 Setengah Tahun dan 5 Tahun

Seorang oknum polisi di Medan harus menjalani hukuman penjara belasan tahun karena narkoba.

Gita Nadia Putri br Tarigan/Tribun Medan
Oknum polisi Polrestabes Medan, Ade Saputra Ginting kembali divonis 5 tahun penjara di ruang cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (9/2/2021). Pada pekan lalu, Selasa (2/1/2021), Ade Saputra dihukum 8 tahun dan 6 bulan penjara terkait kasus antar sabu ke tahanan. 

TRIBUNNEWS, MEDAN - Seorang oknum polisi di Medan harus menjalani hukuman penjara belasan tahun karena narkoba.

Ade Saputra Ginting oknum polisi Polrestabes Medan dua kali dib=vonis oleh Pengadilan.

Pekan lalu ia divonis 8 tahun 6 bulan penjara karena antar sabu ke tahanan, siang tadi Ade Saputra Ginting kembali divonis 5 tahun penjara di ruang cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (9/2/2021).

Tidak hanya itu, dalam sidang yang digelar secara daring tersebut, majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan, juga membebankan terdakwa dengan denda sebesar Rp 800 juta, dengan subsidar 6 bulan penjara.

Baca juga: Myanmar Memanas, Polisi Bentrok dengan Demonstran Penentang Kudeta Militer

"Menjatuhkan pidana, terhadap terdakwa Ade Saputra Ginting dengan pidana penjara selama 5 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, denda Rp 800 juta, apabila tidak dibayar diganti pidana 6 bulan penjara," vonis hakim.

Dikatakan hakim, hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah memberantas narkotika, serta terdakwa sudah pernah dihukum.

Baca juga: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Keluarga Laskar FPI Terkait Dalil Penangkapan Polisi

Atas vonis tersebut, tanpa pikir panjang terdakwa Ade menyatakan terima.

"Terima majelis," katanya.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JLU), Anwar Ketaren yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara.

Sementara itu, sebelumnya dalam dakwaan JPU menjelaskan bahwa perkara Ade, bermula pada Selasa 9 Juni 2020 lalu, saat terdakwa diamankan oleh petugas piket RTP Polrestabes Medan.

Baca juga: Aksi Keji Oknum Guru Ngaji di Bekasi, Rekayasa Pembunuhan Tukang Kelapa dan Pacari Istrinya

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved