Breaking News:

Empat IRT di Lombok Tengah Ditahan, Legislator NasDem : Rasa Keadilan dan Kemanusiaan Kita Terkoyak

Para perempuan itu dilaporkan atas perusakan atap pabrik tembakau di kampung setempat pada Desember 2020

KOMPAS.com/IDHAM KHALID
Suasana persidangan 4 IRT yang ditahan lantaran melempar batu ke sebuah pabrik rokok 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana angkat bicara mengenai kasus empat ibu rumah tangga (IRT) yang ditahan Kejari Praya, Lombok Tengah, terkait dugaan kasus pengrusakan yang dituduhkan kepada mereka. 

Empat ibu rumah tangga tersebut adalah HT (40), NR (38), MR (22), dan FT (38). Mereka merupakan warga Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah

Para perempuan itu dilaporkan atas perusakan atap pabrik tembakau di kampung setempat pada Desember 2020.

Ironisnya, terdapat dua balita yang juga ikut ibunya dari empat ibu rumah tangga itu.

Balita tersebut akhirnya harus mendekam di tahanan sebab  masih harus mendapat ASI dari ibunya. 

"Kabar terakhir, terdapat juga seorang anak lumpuh usia 8 tahun yang terus menangis lantaran ditinggal ibunya yang ikut ditahan.

Baca juga: Perjalanan Kasus Pelemparan Pabrik Tembakau di Lombok, Bahagianya Martini Cs Kini Tak Lagi Ditahan

Sebelum ibu berinisial FT ini ditahan, anaknya yang lumpuh terus berada dalam gendongan.

Bahkan, saat melakukan pelemparan (pengrusakan) atap pabrik tembakau dan kemudian dilaporkan, anak ini pun masih dalam gendongannya.

Sekarang mereka harus terpisahkan. Ada apa ini? Dimana rasa kemanusiaan aparat penegak hukum di sana? Rasa keadilan kita terkoyak kalau cara penegakan hukum seperti ini,” ujar Eva, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (23/2/2021).

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved