Breaking News:

Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Bocah di Bima Sempat Menyebut Nama Seseorang Sebelum Meninggal

Korban mulai sakit sejak Sabtu (20/2/2021). Korban mengalami demam, lemas, mual, muntah, sakit perut, dan sakit kepala.

Editor: Dewi Agustina
Dok. Polres Bima Kota
Jenazah bocah 10 tahun yang meninggal karena diduga korban kekerasan seksual dibawa pihak keluarga, Rabu (24/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNNEWS.COM, KOTA BIMA - Seorang bocah berusia 10 tahun asal Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia di ruang IGD Puskesmas Paruga, pukul 11.25 Wita, Rabu (24/2/2021).

Bocah tersebut diduga meninggal karena menjadi korban kekerasan seksual oleh orang yang belum diketahui identitasnya.

Kasubbag Humas Polres Bima Kota Ipda Ridwan mengungkapkan, sekitar pukul 10.55 Wita, bocah malang itu dibawa bibinya ke Puskesmas Paruga karena mengalami sakit demam serta muntah darah.

"Namun setelah setengah jam tiba di Puskemas Paruga, nyawa bocah tersebut tidak tertolong," ungkapnya.

Kecurigaan dia menjadi korban kekerasan seksual berawal dari keterangan dokter yang menangani bocah tersebut.

"Selain mengalami demam, selaput dara dan vagina, serta lubang anus dalam keadaan lebam," katanya.

Ridwan menuturkan, setelah mengetahui adanya indikasi bocah korban pencabulan, keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Baca juga: Remaja 16 Tahun Bacok 3 Perempuan di Kandang Ayam, Ngaku Spontan, Kerap Nonton Film Kekerasan

Baca juga: WNI Divonis 8 Tahun Penjara Atas Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Berusia 3 Tahun di Malaysia

"Atas kejadian tersebut, pihak keluarga melaporkan kasus tersebut di Polres Bima Kota untuk diproses secara hukum," katanya.

Keluarga korban pun bersedia membongkar kembali makamnya apabila diperlukan untuk diautopsi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved