Breaking News:

Seorang Kepala Desa dan Anaknya Dibacok Pakai Parang, Pelaku yang Mabuk Lem Awalnya Hendak Memalak

Seorang pria nekat membacok kepala desa dan anaknya pakai parang. Pelaku awalnya hendak memalak korban.

http://www.ladbible.com
Ilustrasi penganiayaan- Seorang pria nekat membacok kepala desa dan anaknya pakai parang. Pelaku awalnya hendak memalak korban. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria nekat membacok kepala desa dan anaknya pakai parang.

Pelaku awalnya hendak memalak korban.

Menurut keterangan polisi, pelaku dalam keadaan mabuk lem saat beraksi.

Peristiwa pembacokan terjadi di jembatan Desa Serinanti, Jumat (26/2/2021) lalu menyebabkan Kepala Desa Pedamaran VI dan anaknya mengalami luka-luka.

Dari kejadian tersebut, telah diamankan seorang pelaku Ari (25 tahun) dan saat ini ditahan di Ruang Tahanan Mapolres Ogan Komering Ilir.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy ditemui, Rabu (3/3/2021) mengatakan diduga pelaku ketika melakukan aksinya dalam keadaan mabuk.

"Iya dari informasi yang saya terima, setelah diamankan dan dilakukan penyidikan pelaku ini mengatakan jika dia dalam pengaruh mabuk lem sebelum melakukan aksi pembacokan tersebut," katanya.

Dalam aksi pembacokan, pelaku Ari beraksi seorang diri sedangkan temannya memilih kabur meninggalkan lokasi.

"Jadi awalnya itu ada dua pemuda sedang nongkrong di lokasi, saat korban hendak lewat diberhentikan oleh mereka dengan tujuan meminta uang,"

"Korban yang kesal lantas turun dari mobil dan menegur serta mendorong salah satu pemuda hingga terjatuh kemudian dia langsung lari meninggalkan lokasi," jelasnya.

Baca juga: Anggota Polsek Menteng Dianiaya Kawanan Geng Motor, Alami Luka Sabetan Sajam

Baca juga: Fakta Bocah Berusia 6 Tahun di Sukabumi Dianiaya Ibu Tiri, Terdengar Suara Tangisan Tengah Malam

Baca juga: Gara-gara Bicara Terlalu Ketus, Seorang Pria Tewas Dibunuh Teman, Korban Dibacok Pakai Parang

Halaman
123
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved