Breaking News:

Seorang Ibu Siksa Anak Tiri Gara-gara Kesal Korban sering Bermain, Kini Terancam 5 Tahun Penjara

Seorang ibu tega menyiksa anak tirinya yang masih berusia 6 tahun gara-gara korban sering bermain.

wytv.com
Seorang ibu tega menyiksa anak tirinya yang masih berusia 6 tahun gara-gara korban sering bermain. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang ibu tega menyiksa anak tirinya yang masih berusia 6 tahun.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami kaki patah dan luka bekas siraman air panas.

Pelaku melakukan penyiksaan itu karena kesal korban sering bermain.

Polisi menetapkan SS (21) ibu tiri yang aniaya bocah berinial AA (6) warga Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif mengatakan, motif SS menganiaya anak tirinya karena jengkel melihat AA selalu bermain.

Baca juga: 5 Anak Punk Siksa Teman Perempuan, Korban Dicekoki Miras Lalu Dihajar dan Digunduli Rambutnya

Baca juga: Ibu Tiri Siksa Bocah 6 Tahun, Ibu Kandung Tempuh Jalur Hukum: Saya Pengen Dia Ngerasain Sakitnya

"Dugaan kasus kekerasan tehadap anak hasil pemeriksaan saat ini kita sudah melakukan penahanan terhadap SS, tersangka dari tindak kekerasan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan kepada AA umur 6 tahun."

"Motifnya karena jengkel, anaknya sering main, bermain-main terus di rumah tidak bisa diarahkan," ujarnya kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Lukman menuturkan, korban mengalami luka di bagian kaki, tangan, bibir hingga leher.

"Luka yang terdapat pada badan anak itu perbuatan dari ibu tirinya, mulai bibir, leher, tangan, kaki patah sebelah kiri, kaki sebelah kanan juga mengalami bekas luka akibat penyiraman air panas," katanya.

Akibat perbuatannya SS dikenakan pasal 80 ayat 2 dan 4 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara plus sepertiga sesuai dengan ayat 4.

Halaman
12
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved