Breaking News:

Kecelakaan Maut di Sumedang

Mimin Selamat Meski Terjepit Jok, Kedua Anaknya Sempat Terpental: 'Semua Orang Teriak Allahu Akbar'

Sesaat sebelum kecelakaan 59 penumpang bus yang terdiri dari siswa SMP IT Muaawanah, orang tua, pendamping, dan guru serentak mengucapkan takbir.

KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH
Bus peziarah asal Subang terjun ke jurang Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Rabu malam. 

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Bus pariwisata Sri Padma Kencana masuk jurang di Tanjakan Cae Sumedang, Rabu (10/3/2021) hingga menewaskan setidaknya 26 orang.

Banyaknya korban tewas diduga karena bus tersebut terjun dengan kondisi terbalik.

Kesaksian warga, banyak korban tewas karena terhimpit badan bus.

Sebanyak 53 orang selamat dalam kecelakaan maut itu, salah satu di antaranya Mimin Mintarsih (52).

Warga Desa Paku Haji, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang itu beserta dua anaknya yang berumur 2 dan 11 tahun selamat dalam kecelakaan maut tersebut. Ketiganya kini sudah kembali ke rumah.

"Alhamdulillah saya dan dua anak saya selamat," ujar Mimin di rumahnya, Kamis (11/3/2021) dini hari.

Dikutip dari Kompas.com, Mimin memberikan kesaksian terkait peristiwa kecelakaan tersebut sesaat sebelum terjun ke jurang.

Mimin yang duduk di jok kedua dari sopir menyebut, bus oleng sebelum masuk ke jurang.

"Bus goyang-goyang, terus masuk jurang," ucap Mimin.

Saat di jalan, Mimin mengaku sudah tercium bau sangit kampas rem.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved