Breaking News:

Siswi SMP Dicekik hingga Tewas di Mobil, Jasadnya Dibuang di Jalan, Pelaku Jalani Sidang Perdana

Seorang siswi SMP dibunuh di dalam mobil. Korban tewas dicekik oleh pelaku. Pelaku pun kini sudah menjalani sidang perdana.

wytv.com
Ilustrasi penjara- Seorang siswi SMP dibunuh di dalam mobil. Korban tewas dicekik oleh pelaku. Pelaku pun kini sudah menjalani sidang perdana. 

Ini untuk merampungkan proses penyidikan dan pemberkasan," tambah Kasat Ario.

Dalam waktu dekat penyidik akan melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan untuk melanjutkan proses hukum kepada tersangka A.

Tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No. 01 Tahun 2016 .

Tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Pasal itu berbunyi barang siapa yang melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

"Tersangka terancam hukuman penjara selama 15 tahun," tukas Ario Damar.

Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Jaringan Kulit

Sebelumnya, santer diberitakan Intan Aulia Sari (15) dihabisi nyawanya karena hamil dan meminta pertanggunjawaban pelaku.

Terkait dugaan kehamilan korban Intan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan telah menerima hasil pemeriksaan secara ilmiah melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Riau.

Sebelumnya tim Dokkes telah mengambil jaringan kulit dari korban Intan dan diperiksa di Jakarta.

"Hasilnya sudah kita terima dari Bidang Dokkes Polda Riau. Ini penjelasannya secara ilmiah.

Jadi kesimpulannya, jaringan kulit itu tidak bisa lagi diperiksa," beber Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK melalui Kasat Reskrim AKP Ario Damar SH SIK.

Kasat Ario Damar menuturkan, jaringan kulit itu sudah terlalu lama dan menyulitkan tim untuk memeriksaanya.

Alhasil belum bisa dipastikan jika perempuan belia itu tengah mengandung atau tidak, seperti pengakuannya kepada tersangka.

Atas hasil ini, lanjut Ario, tidak mengurangi esensi penyidikan terhadap kasus pembunuhan korban.

Pasalnya, untuk perkara pembunuhan, penyidik telah memiliki dua alat bukti yang cukup.

Sedangkan kebenaran korban sedang berbadan dua atau tidak hanyalah pelengkap atau bukti tambahan saja.

"Kita sedang melengkapi berkas perkara, agar secepatnya tuntas. Karena perkara anak penanganannya harus cepat," ujar Ario.

Berita lain terkait kasus pembunuhan.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Siswi SMP di Pelalawan Dihabisi di Mobil, Pelaku Jalani Sidang Perdana

Editor: Miftah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved