Breaking News:

Wanita 27 Tahun Ngaku Dihamili Pak Kades tapi Tak Kunjung Dinikahi, Diancam Dibunuh hingga Disantet

Seorang perempuan 27 tahun ngaku dihamili kepala desa. Namun si kepala desa ogah menikahi korban.

pexels
ILUSTRASI- Seorang perempuan 27 tahun ngaku dihamili kepala desa. Namun si kepala desa ogah menikahi korban. 

Dirinya menyebutkan, saat itu luka ada di beberapa bagian tubuhnya.

Di antaranya di paha, kaki, dada, kepala, dan jidat.

"Pernah sampai rambut saya botak sebagian karena dijambak.

Bahkan mulut sampai berdarah kena pukul.

Karena kan saya pakai kawat gigi, jadi mudah berdarah kalau dipukul," ujarnya.

Selain melaporkan kasus atas dihamili kades, ia juga melaporkan atas ancaman dan kekerasan yang dialaminya.

Tidak hanya itu, dirinya juga mempunyai bukti-bukti ancaman dalam bentuk rekaman suara dan screenshot chat kades tersebut.

"Kehamilan saya berusia 11 minggu, saya dihamili di bawah ancaman.

Ancamannya dalam bentuk perkataan melalui WhatsApp, telfon, atau ngomong secara langsung," imbuhnya

Na juga mengungkapkan, dirinya juga diancam mau dibunuh, disantet, dan dibikin sengsara seumur hidup.

"Saya kenal dengan kades sejak tahun 2015, sejak pertama kenal hingga sekarang saya sering menerima kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dijambak, bahkan diludahi," ungkapnya.

Ia berharap dengan laporan ke Polres Pekalongan ada keadilan untuk dirinya.

"Kata pak polisi yang memeriksa tadi, kasus ini akan segera diproses," harapannya.

Satreskrim Polres Pekalongan akan periksa saksi-saksi, mengenai aduan seorang wanita yang berinisial NA (27) warga Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang mengadukan salah satu kepala desa, di Kecamatan Paninggaran yang dituding telah menghamili dan ingkar menikahinya.

Hak tersebut diungkapkan, Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadzirin, Kamis (25/3/2021).

"Terkait aduan kemarin, kami akan mengundang dan mengklarifikasi saksi-saksi. Sebelum kami untuk melangkah ke tahap penyidikan," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan kepada Tribunjateng.com, siang.

Selain meminta keterangan dari saksi-saksi, pihaknya juga akan melengkapi alat buktinya.

"Setelah semua lengkap, baru nanti bagaimana langkah selanjutnya akan kami gelarkan," imbuhnya.

AKP Akhwan menambahkan, setelah pemeriksaan saksi-saksi ini selesai, kemungkinan akan mengundang kades yang bersangkutan.

"Kemungkinan juga kami akan memanggil kepala desa bersangkutan," tambahnya.

Berita lain kasus penganiayaaan.

(Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Cerita NA Gadis Pekalongan yang Dihamili Kades: Diancam Dibunuh Hingga Disantet dan  Polisi Periksa Saksi-saksi Terkait Kades di Pekalongan yang Hamili Warganya

Editor: Miftah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved