Breaking News:

Ibu Muda di Medan Diadili Gegara Belanjakan Uang Pemberian Suami, Begini Ceritanya

Akibat perbuatan terdakwa dan Suwendi maka saksi korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 16 juta

TRIBUN MEDAN/GITA
Terdakwa Tiara Syahputri (18), saat mengikuti sisan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan Gita Nadia Putri br Tarigan

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Tiara Syahputri (18), menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Medan gegara menerima dan membelanjakan uang hasil curian suaminya.

Ia didakwa menggunakan uang hasil curian suaminya.

Dalam sidang yang digelar secara virtual itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono menuturkan perkara yang menjerat Tiara, bermula pada Kamis tanggal 17 Desember 2020 lalu.

Saat itu, terdakwa Tiara diberitahukan oleh Suwendi (dilakukan penuntutan secara terpisah) yang merupakan suami terdakwa, bahwa ia telah mengambil uang milik saksi korban Po Kin Sin (sudah meninggal dunia) dari rumah saksi korban di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Helvetia.

"Dimana Suwendi bekerja di Toko Besi milik saksi korban dan rumah saksi korban juga berada di dalam toko tersebut, selanjutnya setelah memberitahukan kepada terdakwa, lalu Suwendi menyerahkan uang milik saksi korban tersebut kepada terdakwa sebesar Rp 10 juta untuk disimpan," kata Jaksa di hadapi majelis hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing.

Suwendi pun mengambil uang tersebut, lalu memberikan uang  sebesar Rp 2 juta kepada terdakwa.

Baca juga: Proses Alot dan Panjang, Akhirnya Mantan Pilar Andalan Persib Bandung Merapat ke PSMS Medan

Selanjutnya, pada hari Jumat 18 Desember 2020, terdakwa dan Suwendi menggunakan uang milik saksi korban untuk membeli 1 unit handphone merk Xiomi warna merah jambu, yang dipergunakan terdakwa untuk pribadi terdakwa.

Selanjutnya, pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2020 sekira pukul 16.00 WIB terdakwa Tiara, kembali menggunakan uang milik saksi korban sebesar Rp 2 juta, yang diberikan oleh Suwendi tersebut, membeli perhiasan emas.

Adapun yang dibeli berupa 1 buah gelang emas 22 karat dengan berat 2,3 gram seharga Rp 1.630.000, dan 1 buah cincin belah rotan polos 22 karat dengan berat 1,01 gram seharga Rp 700.000, di Toko Emas yang ada di Pajak Sei Sikambing Medan yang mana terdakwa menambah uang miliknya sendiri sebesar Rp 350.000 untuk pembelian emas tersebut. 

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved