Berita Populer Hari Ini
POPULER REGIONAL Kades Ini Tak Kaget Warganya Ditangkap Densus 88 | Gadis Dinodai Teman Sendiri
Berikut berita populer regional. Mulai seorang kadet tak kaget warganya ditangkap Densus 88 hingga gadis dinodai teman sendiri di kamar korban.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut berita populer regional di Tribunnews.com dalam 24 jam terakhir.
Seorang kades tak kaget warganya ditangkap Densus 88 hingga gadis dinodai teman sendiri di kamar korban.
Ada pula berita mengenai meninggalnya Adik Sultan HB X, KGPH Hadiwinoto yang merupakan Pemegang Kuasa Urusan Tanah Keraton
Untuk selengkapnya, berikut rangkuman berita populer dari sejumlah daerah di Indonesia:
Baca juga: POPULER NASIONAL Video Terduga Teroris di Mabes Polri Ditembak Mati | Pemerintah Tolak KLB Demokrat
Baca juga: POPULER INTERNASIONAL: Buronan Mafia Tertangkap karena Video YouTube | Kesepakatan Jepang-Indonesia
1. Kades Ini Tak Kaget Warganya Ditangkap Densus 88, 2 Minggu Lalu Sudah Dapat Info dari Temannya
Densus 88 Mabes Polri kembali melakukan penangkapan terhadap terduga teroris.
Kali ini seorang jurangan dump truck asal Tulungagung, Jawa Timur berinisial N ditangkap petugas.
Pria 44 tahun itu tinggal Desa Tenggur, Rejotangan.
Sedangkan penangkapan N berlangsung pada Selasa (30/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.
Belakangan diketahui N merupakan warga Desa Kemloko, Nglegok, Kabupaten Blitar.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Nglegok, Kabupaten Blitar, Khariri, saat dihubungi Surya, Selasa (30/3/2021) malam.
"Benar, dia warga saya," kata Khariri.
Khariri mengatakan selama ini N tinggal di rumah istrinya di Dusun Ngipik, Desa Tenggur, Rejotangan, Tulungagung.
Tapi, N sering ke rumah orangtuanya di Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Nglegok.
"Dia sering ke sini (Dusun Kuwut). Orangtuanya tinggal ibunya saja. Ibunya sudah tua usia di atas 60 tahun. Orangtuanya tani," ujar Khariri.
2. Profil KGPH Hadiwinoto, Adik Sultan HB X yang Meninggal Dunia, Pemegang Kuasa Urusan Tanah Keraton
Berikut profil Kanjeng Gusti Pangerang Haryo (KGPH) Hadiwinoto, adik Sri Sultan Hamengku Buwono X yang meninggal dunia.
Diketahui, kabar duka datang dari Keraton Yogyakarta.
Adik kandung Sri Sultan HB X, KGPH Hadiwinoto atau Bendara Raden Mas Ibnu Prastawa meninggal dunia, Rabu (31/3/2021).
Ia meninggal dunia dalam usia 73 tahun akibat sakit jantung.
Dikutip dari TribunJogja, kabar duka itu dibenarkan oleh Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji.
Menurut Aji, ia menerima kabar duka meninggalnya KGPH Hadiwinoto sekira pukul 08.00 WIB.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, KGPH Hadiwinoto sempat menjalani perawatan di RSUP dr Sardjito.
"Rencana pemakaman belum tahu, saya lagi mau pirsa karena (jenazah) masih di RS," terang Aji, Rabu (31/3/2021).
Aji tidak mengetahui bahwa Gusti Hadi sempat menajalani perawatan di RS.
Sebab, tiga hari lalu dirinya sempat menggelar rapat bersama dengan almarhum.
3. Gadis Ini Lemas Tak Berdaya saat Dinodai Teman Sendiri, Aksi Bejat Dilakukan di Kamar Korban
Kasus rudapaksa menimpa seorang gadis berinisial DYA.
Perempuan berumur 19 tahun itu dinodai temannya sendiri.
Mirisnya lagi, aksi bejat pelaku dilakukan di rumah korban yang berada di Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Minggu (7/3/2021) siang.
Akibatnya DYA mengalami trauma dan melapor ke polisi.
Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Edi Sukamto, Senin (29/3/2021) petang, menyampaikan, pelecehan tersebut dilakukan FDM (23) warga Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, dengan mengancam akan membunuh DYA.
Hubungan keduanya hanyalah berteman.
"Saat itu, korban di-chatting WhatsApp oleh FDM yang hendak datang ke rumah. Tiba di ruang tamu, korban dan FDM ditemani oleh adik korban, yang beberapa saat pergi meninggalkan mereka," ujar Kasat Reskrim.
Seketika, FDM langsung mengajak korban ke dalam kamar untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri, sambil memaksa pelapor dengan cara menarik tangan, dan menutup mulut pelapor sambil mengancam.
"Pelaku berkata, 'ku bunuh nanti kau kalau tidak mau'. Namun saat itu korban menolaknya dan berusaha melepaskan genggaman tangan dengan cara menunjang kaki pelaku," ujar Kasat Reskrim.
Sayangnya korban tidak bisa melawan terus menerus lantaran kalah tenaga dari pelaku.
(Tribunnews.com)
Berita lain terkait berita populer hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fakta-fakta-penangkapan-terduga-teroris-di-tulungagung.jpg)