Breaking News:

Longsor di Adonara

Bandara Waingapu Terdampak Banjir, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

AirNav Indonesia menkonfirmasi bahwa Bandar Udara Umbu Mehang Kunda (UMK) yang berlokasi di Waingapu,

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Kondisi di salah satu lokasi yang terkena longsor di Adonara, Flores Timur, Minggu (4/4/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - AirNav Indonesia menkonfirmasi bahwa Bandar Udara Umbu Mehang Kunda (UMK) yang berlokasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, terdampak banjir akibat hujan deras.

Manager Hubungan Masyarakat AirNav Indonesia, Yohanes Harry Douglas Sirait menjelaskan bahwa hujan deras telah melanda daerah tersebut sejak Kamis (1/4/2021).

"Kota Waingapu, Nusa Tenggara Timur dilanda hujan deras sejak Kamis (1/4). Puncak hujan deras terjadi pada hari Minggu (4/4), yang menyebabkan Terminal Penumpang, Apron, dan Runway di Bandara Umbu Mehang Kunda terendam banjir," jelas Yohanes dalam keterangan yang diperoleh, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Flores Timur: 44 Orang Meninggal, 7 Lainnya Hilang

Dirinya melanjutkan, berdasarkan informasi dari Petugas Aviation Security Bandara UMK pada pukul 13.08 WITA, air meluap hingga ke landasan dan meninggalkan genangan setinggi 50 cm di Runway.

Akibat banjir tersebut, beberapa penerbangan komersial yang beroperasi di Bandara UMK pada hari Minggu (4/4) dibatalkan.

Untuk penerbangan keberangkatan yang dibatalkan yakni Wings Air WON1956 dengan rute Waingapu - Kupang, dan Citilink CTV1613 rute Waingapu - Kupang.

Baca juga: UPDATE: Banjir Bandang Flores: 23 Warga Meninggal Dunia dan Dua Warga Hilang

Sementara itu untuk penerbangan kedatangan yang terdampak adalah Wings Air WON1957 dengan rute Kupang - Waingapu, dan Citilink CTV1612 rute Kupang - Waingapu.

Yohanes kembali mengatakan, sejauh ini belum ada Notice To AirMen (NOTAM) terkait penutupan Bandara UMK.

Namun dirinya tetap memastikan pihaknya terus bersiaga, dan selalu melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan Stakeholder penerbangan terkait dan bersiaga jika operasional bandara kembali normal," papar Yohanes.

"Informasi terkini akan selalu kami perbaharui sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved