Breaking News:

Cerita Pondok Pesantren di Gunungkidul, Ada Santri ODGJ hingga Lulusan S2 Luar Negeri

Cerita unik datang dari salah satu pondok pesantren di Kabupaten Gunung Kidul Pondok Pesantren (Ponpes) Ainul Yakin.

TRIBUNJOGJA.COM/Istimewa
Muhidin Isma Almatin alias Abi Guru Isma, pendiri Pondok Pesantren Ainul Yakin di Tepus, Gunungkidul. 

"Akhirnya diputuskan pindah ke Tepus ini. Namun sempat diragukan juga karena lokasinya jauh dan sulit air," jelas Abi.

Baca juga: Viral Video Kucing Peliharaan Lari Hampiri Ibu Pemulung yang Dulu Merawatnya, Ini Kisah Dibaliknya

Tak menyerah, ia lalu mendekati warga sekitar demi mendapatkan dukungan. Ponpes di lahan seluas 3.800 meter persegi pun lantas berdiri, dan warga setempat bersedia membantu pendirian.

Mereka pun juga bersedia menjadi pengajar dan pengasuh para santri. Total saat ini ada 53 warga setempat yang jadi pengasuh. Sedangkan jumlah santrinya saat ini mencapai 143 orang.

Santri itu terdiri atas 17 ODGJ, santri umum sekitar 30-an orang, dan sisanya ABK. Abi juga menyebut masih ada 200-an santri yang antri ingin bergabung ke ponpes miliknya itu.

"Banyak yang ingin menitipkan, namun karena kapasitas terbatas belum bisa kami terima," jelasnya.

Menurut Abi, calon santri baru bisa bergabung jika santri ABK dan ODGJ yang sudah ada mampu hidup mandiri. Ponpes pun turut mendampingi hingga mereka nantinya benar-benar siap membaur dengan masyarakat.

Sedangkan untuk biaya, Abi tidak mematok harga standar. Sebagian membayar, namun lainnya gratis karena menyesuaikan kondisi keluarganya.

Baca juga: Kisah Cinta Beda Negara, Berawal dari Kolom Komentar FB, Gadis Aceh Dipersunting Polisi asal Turki

Mengingat masih baru, saat ini santri dikelompokkan dalam 3 kelas menyesuaikan kondisi santri. Selebihnya tidak ada program pendidikan khusus bagi mereka.

"Yang terpenting adalah berdoa dan solat, itu yang kami berikan pada santri di sini," kata Abi.

Melihat respon positif warga dan keluarga yang menitipkan anak-anaknya, ia pun berangan-angan mendirikan perkampungan khusus. Rencananya akan memanfaatkan lahan seluas 13 hektar.

Halaman
123
Editor: Endra Kurniawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved