Breaking News:

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Nias Barat Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami

Masyarakat di Kabupaten Nias Barat sempat panik dan keluar rumah akibat guncangan gempa dengan magnitudo (M) 6,4 pada Selasa (20/4), pukul 06.58 WIB.

YouTube/Motion Loop
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat di Kabupaten Nias Barat sempat panik dan keluar rumah akibat guncangan gempa dengan magnitudo (M) 6,4 pada Selasa (20/4), pukul 06.58 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi , Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut 142 km Barat Daya Nias Barat dengan kedalaman 10 km.

Baca juga: Anggota Komisi I DPR Dapil Jatim IV Salurkan Bantuan Sembako ke Lokasi Gempa Jatim

Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa yang berada pada koordinat: 0.21 LU-96.42 BT (142 km BaratDaya Nias Barat - Sumut), tidak memicu terjadinya tsunami.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat melaporkan gempa dirasakan cukup kuat selama kurang lebih 5 detik," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Kemarin 11 Kali Gempa Mengguncang Kabupaten Samosir, Warga Khawatir Angin Kencang dan Hujan Badai

Sementara itu, BMKG mengidentifikasi peta guncangan dengan skala MMI, sebagai berikut: II – III MMI di Nias Barat, II MMI berada di AekGodang, Padang Sidempuan, Pariaman, Padang Pariaman, Padang, Pakpak Bharat dan Aceh Singkil.

Skala Mercalli atau MMI merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Parameter III MMI mendeskripsikan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

"Kondisi terakhir pasca gempa tersebut sudah kembali kondusif, belum ada informasi adanya kerusakan dan masyarakat telah beraktifitas seperti biasa," ungkap Raditya.

Raditya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa bumi yang dapat terjadi waktu-waktu.

Menurutnya dalam konteks bahaya gempa bumi, dampak korban jiwa sering terjadi akibat reruntuhan bangunan.

Masyarakat dapat mengakses InaRISK untuk mengidentifikasi potensi risiko di sekitar tempat tinggal.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved