Breaking News:

Perawat Dianiaya Keluarga Pasien

Fakta-fakta Hasil Investigasi PPNI Atas Pernyataan Jarum Patah dan Darah Bercecer Karena Perawat CRS

Perawat yang menjadi korban penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya berinisial CRS hingga Rabu

istimewa
Rombongan PPNI mengunjungi CRS, korban penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya, Selasa (21/4/2021). 

"PPNI akan terus mengawal proses hukum, salah satunya dengan memasukkan lawyer BBH PPNI dalam tim hukum yang akan mendampingi korban," ujarnya.

Tidak hanya PPNI, RS Siloam juga siap mendampingi korban hingga kasus benar-benar selesai, perlindungan diri dari segi kesehatan fisik dan psikis.

Menurutnya, dengan hasil kunjungan tersebut, dia memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan terus berlanjut, hingga pelaku mendapatkan sanksi yang seberat-beratnya.

Dengan membaiknya kondisi CRS saat ini secara fisik dan psikis, PPNI terus memberikan support mental kepadanya agar untuk tetap tegar dan dapat menjalankan tugasnya kembali sebagai perawat.

"Kita terus support dia, saat ini kondisinya terus membaik dari fisik maupun psikis," ujarnya.

Pengakuan Istri Pelaku

Keterangan berbeda disampaikan Melisa terkait awal kejadian tersebut.

Melisa mengungkapkan sudah tidak enak pertama kali bertemu dengan CRS.

"Sebenernya jujur, dari awal di situ perasaan saya sudah tidak enak melihat sikap suster itu. Dari nada bicaranya saja agak ketus, saat menangani anak saya yang rewel juga nyeletuk 'Ini (anaknya) rewel terus, harusnya kalau siang jangan ditidurin jadi malem ngga rewel terus',"

"Yah saya jadi tidak enak lah dengernya, kok bisa seorang suster tega ngomong seperti itu," terangnya, bahkan sebelum kejadian viral Melisa sempat memfoto suster tersebut karena perasaan yang tidak enak.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved