Breaking News:

Lapor Jadi Korban Begal, Pria Ini Malah Ditetapkan Tersangka, Terungkap Alasan Buat Laporan Palsu

Melapor ke polisi jadi korban begal, pria bernama Sugiarto (31) malah ditetapkan sebagai tersangka.

Surya/ Doni Prasetyo
Tersangka Sugiarto (31), warga Desa/Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengakui laporan polisi sebagai korban begal itu untuk mengelabui orangtuanya agar mau melunasi hutangnya di salah satu bank pemerintah. 

TRIBUNNEWS.COM - Melapor ke polisi jadi korban begal, pria bernama Sugiarto (31) malah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada polisi Sugiarto mengaku kehilangan uang Rp 160 juta.

Namun, setelah dilakukan ivestigasi, laporannya tidak sesuai. Sehingga polisi menjeratnya dengan pasal laporan palsu.

"Karena hasil penelusuran di jalan, baik lewat CCTV maupun sinyal seluler dari detik ke detik, tidak ditemukan kesesuaian, laporannya."

"Karena itu kami kenakan pelapor ini dengan status tersangka dan kami jerat dengan pasal 220 KUHP tentang laporan palsu,"ujar Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama, yang mulai pekan depan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Madiun ini kepada Surya, Kamis (29/4).

Menurut Ryan, skenario laporan korban begal yang lokasinya berada di rerimbunan hutan bambu, jauh dari domisili warga, antara jalan Poncol dan Dusun Buludengkek, Desa Buluharjo, Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Baca juga: Kronologi 4 Begal di Pasar Minggu Berhasil Ditangkap, 1 Tewas Diamuk Massa

Tersangka mengaku di pepet mobil dan ditodong senjata api (senpi) oleh seorang laki laki dan direbut bugkusan uang sebanyak Rp 160 juta yang dibawanya.

"Kronologi yang dikemukan janggal, setelah kami cerca akhirnya, pelapor ini mengaku. Semua cerita jadi korban begal dan menderita kerugian Rp 160 juta itu, bohongan."

"Ini dilakukan agar orangtuanya menjual aset berupa tanah dan mobil untuk membayar hutang tersangka ini di bank," jelas AKP RW Raja Pratama kepada TribunJatim.com.

Karenanya, lanjut AKP Ryan, tersangka ini dijerat dengan laporan palsu dan tersangka sesuai pasal Kita Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), tersangka ini diancam pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Halaman
12
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved