Breaking News:

Virus Corona

Klaster Tarawih, Masjid dan Mushola di Desa Pekaja dan Tanggeran Banyumas Ditutup Sementara

Satgas menutup 2 masjid dan 2 mushola di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah.

CDC
Ilustrasi virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUMAS - Setelah ditemukan klaster tarawih di Banyumas, Tim Satgas Covid menutup Masjid dan Mushala di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede. 

Kedua Desa itu juga telah melakukan disinfeksi secara menyeluruh.

Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, Sadiyanto menuturkan jika Satgas menutup 2 masjid dan 2 mushola di masing-masing wilayah tersebut.

Baca juga: Naik Bajaj Mudik ke Banyumas, Darso Diberhentikan Petugas di Pantura Bekasi

Sebelumhya sempat diberitakan jika penambahan kasus Covid-19 muncul dari klaster tarawih, tepatnya di Desa Pekaja, dan Kacamatab Kalibagor, dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede. 

Kasus tersebut bermula dari dua orang warga Desa Pekaja yang positif Covid. 

Kemudian dari pihak Dinkes lakukan tracing dan ditemukan total 44 orang positif 

Sementara itu untuk kluster tarawih lainnya terjadi pula di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.

Dimana terdapat 7 orang positif yang sekarang sedang menjalani karantina di RK Diklat Baturraden mulai 26 April 2021.

Setelah diketahui kasus positif, puskesmas langsung koordinasi dengan satgas desa.

"Warga desa sekitar sudah diberikan edukasi untuk tarawih di rumah. Masalahannya di lapangan itu ada kelompok jamaah tertentu yang berpindah masjid ke wilayah lain, sehingga tracking berkembang ke masjid wilayah lain," ungkap Sadiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (30/4/2021). 

Baca juga: 35 Ton Gula Rafinasi Disita Satreskrim Polresta Banyumas

Halaman
12
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved