Breaking News:

Guru Honorer di Bangka Meninggal Usai 10 Hari Suntik Vaksin, Penyebab Kematian Masih Misteri

Meninggalnya seorang guru honorer SMPN 3 Pemali berinisial MG masih misteri hingga sekarang.

ThinkStock via Kompas
Ilustrasi seorang guru honorer SMPN 3 Pemali, Kabupaten Bangka meninggal usai 10 hari suntik Vaksin covid-19 

"Jadi untuk saat ini Kadus ini merupakan ranah Tim Komnas KIPI, jadi kita masih menunggu lah bagaimana hasil penyelidikan dan investigasi Tim Komnas KIPI," kata Zainal Arpan.

Diakuinya berdasarkan hasil keterangan para dokter RSMS Sungailiat yang merawat almarhumah MG memang ada kemungkinan atau dicurigai ada efek samping dari vaksinasi Covid-19 yang dijalani almarhumah MG.

"Namun kami pihak RSMS Sungailiat tidak berhak memberikan kesimpulan apakah kasus ini merupakan efek samping vaksinasi Covid-19 ataukah bukan."

"Karena kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) itu ditentukan Tim Komnas KIPI pusat yang merupakan para ahli di bidangnya, apalagi kalau sampai meninggal dunia ini merupakan KIPI yang sangat serius," jelas Zainal Arpan.

Baca juga: Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai, Siswa Diusulkan Divaksin dan Dites Covid-19

Diakuinya pihak RSMS Sungailiat juga belum bisa melakukan klaim pembayaran ke BPJS Kesehatan atas pasien MG, karena klaim sebagai pasien KIPI itu berbeda pada klaim sebagai pasien biasa.

"Jadi kami juga dari RSMS Sungailiat masih harus menunggu hasil penyelidikan dan investigasi Tim KIPI Pusat ini," tambah Zainal Arpan.

Ditambahkannya, petugas Tim Komnas KIPI pasti meminta data-data medis pasien ini secara tertulis kepada RSMS Sungailiat, sesuai Undang-Undang (UU) Rekam Medis maka pihak kami juga harus meminta izin dulu kepada keluarga pasien, boleh atau tidak memberikan data-data rekam medis pasien ini kepada Tim Komnas KIPI.

"Sampai saat ini pihak Dinas Kesehatan sudah meminta RSMS menyiapkan data rekam medis pasien MG tersebut namun permintaan secara resmi atau tertulis dari Komnas KIPI belum ada hingga saat ini kepada RSMS Sungailiat."

"Apabila sudah ada kami juga meminta izin pihak keluarga pasien boleh atau tidak memberikan data rekam medis pasien ini, bila diizinkan keluarga baru boleh kita berikan ke Komnas KIPI," kata Zainal Arpan.

Baca juga: Proses Vaksinasi Covid-19 Kini Dipersingkat, Waktu Observasi Hanya 15 Menit

Kronologi Kepergian MG

Rumah orangtua almarhumah guru, MG di Desa Pemali.
Rumah orangtua almarhumah guru, MG di Desa Pemali. (Bangkapos.com/Edwardi)
Halaman
1234
Editor: Endra Kurniawan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved