Breaking News:

SOSOK Suparno, Lurah Gajahan Solo yang Dipecat Gibran: Punya Harta Rp 541 Juta, Akui Bersalah

Sosok Suparno, Lurah Gajahan Solo yang dipecat Gibran Rakabuming karena pungli. Ia memiliki harta sebesar Rp 541 juta dan kini mengaku bersalah.

TribunSolo.com/Azfar-Istimewa
Kolose Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Lurah Gajahan Suparno yang baru dipecat gegara pungli. Inilah sosok Suparno, Lurah Gajahan Solo yang dipecat Gibran Rakabuming karena pungli. Ia memiliki harta sebesar Rp 541 juta dan kini mengaku bersalah. 

1) Tanah Seluas 923 m2 di SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp 255.000.000

2) Tanah Seluas 904 m2 di SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp 255.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 24.000.000

1) MOTOR, HONDA / Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp 4.000.000

2) MOBIL, TOYOTA / Tahun 1991, HASIL SENDIRI Rp 20.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 7.500.000

D. SURAT BERHARGA Rp ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp ----

F. HARTA LAINNYA Rp ----

Sub Total Rp 541.500.000

HUTANG Rp ----

TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp 541.500.000

4. Tak terima uang dari pungli

Fakta lain yang terkuak dalam kasus dugaan pungutan liar bermodus penarikan zakat di Gajahan adalah Suparno tidak menerima seperser pun uang tersebut.

Hal ini disampaikan Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryanto.

"Kalau kemarin sepintas (klarifikasi), tidak pernah menerima itu," ungkap Ari.

"Beliau penghasilan sudah cukup, sesuai pengakuan beliau," tambahnya.

5. Dapat dukungan dari warga

Spanduk yang muncul pasca Lurah Suparno dipecat Gibran di kawasan Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Minggu (2/5/2021) malam.
Spanduk yang muncul pasca Lurah Suparno dipecat Gibran di kawasan Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Minggu (2/5/2021) malam. (TribunSolo.com/Istimewa)

Pasca-pemecatan Suparno, warga masih meyakini eks Lurah Gajahan itu tidak bersalah dalam kasus dugaan pungutan liar berkedok penarikan zakat oleh oknum Linmas.

Mereka menggalang dukungan dengan tanda tangan beserta menyelipkan tulisan.

Coretan tanda tangan dan tulisan dukungan terserat di atas kain putih.

Di antaranya, 'I Love U Suparno', 'Jangan Korbankan Lurah Kami', dan 'Pahlawan Warga Kecil -> Pak Parno Gajahan'.

Seorang warga, Joko Purwanto mengatakan sepengetahuannya, Lurah Suparno sudah menolak sebanyak dua kali sebelum akhirnya membubuhkan tanda tangannya.

"Lurah tidak mau teken. Sudah menolak dua kali. Baru kali ketiga, ia mau. Sebenarnya dia tidak mau," kata Joko.

Namun, Joko tidak tahu-menahu alasan di balik Suparno kemudian mau membubuhkan tanda tangannya di atas surat itu.

"Tidak ada desakan apapun dari warga, pun warga tidak mendesak," ujarnya.

Rencananya, kain berisi tanda tangan tersebut akan diberikan ke Gibran.

"Semua cinta pak Parno. Ibu-ibu bahkan mengajak bagaimana caranya mengupayakan pak Parno tidak lepas, tidak dipindahkan," ucap dia warga, Ananda kepada TribunSolo.com.

"Kami mendukung 1.000 persen. Semoga Gibran bisa ikut membantu memikirkan rakyat kecil, memberikan solusi terbaik," tambahnya.

Ananda mengatakan warga percaya, Suparno tidak menerima sepeser pun uang hasil dugaan pungutan liar bermodus penarikan zakat oleh oknum Linmas.

"Pak Lurah mencari uang receh itu buat apa. Dia sebelum jadi Lurah sudah kaya," katanya.

Ananda mengatakan Gibran lebih baik mendalami dulu duduk perkara yang menjerat S sebelum memutuskan sanksi.

"Sebaiknya untuk Gibran. Usul, Gibran sebagai Wali Kota jangan langsung memberikan ini (pemecatan)," jelas dia.

"Tolong dilihat duduk permasalahannya. Jangan langsung memutuskan, beri solusi terbaik," tambahnya.

(Tribunnews.com/Sri Juliati) (TribunSolo.com/Adi Surya Samodra)

Penulis: Sri Juliati
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved