Breaking News:

Lebaran 2021

Penumpang Kapal Mv. Voc Batavia Nyaris Batal Mudik dari Anambas

Petugas kesehatan pelabuhan, Chairul Amri mengatakan penumpang harus menggunakan rapid test antigen.

Rahma Tika/Tribun Batam
Belasan Penumpang Nyaris Gagal Berangkat Tinggalkan Anambas saat Larangan Mudik Lokal. Foto belasan penumpang antre melakukan rapid test antigen di Pelabuhan Tarempa Anambas untuk berangkat ke Batam dan Tanjungpinang, Jumat (7/5/2021) 

Aturan larangan mudik lokal antar kabupaten dan kota di Provinsi Kepri sebelumnya dipertegas dengan Surat Edaran Gubernur Nomor 460/SET-STC19/V/2021 tentang peniadaan perjalanan orang selama Ramadhan 2021 dan hari raya Idul Fitri 1442 H.

Merujuk pada surat edaran Gubernur tersebut sejumlah moda transportasi laut dan udara ke Kepulauan Anambas diberhentikan sementara.

Tujuannya tak lain untuk mencegah penyebaran serta penambahan kasus baru covid-19 di Kepri.

"Berkenaan dengan surat ederan itu maka mudik dilarang.

Transportasi laut yang berani membawa penumpang dan ketahuan akan dikenakan sanksi dan izinnya akan dicabut.

Kalau wilayah kita masih bisa lah, yang penting kita masih satu wilayah.

Seperti dari Kecamatan Siantan menuju Kecamatan Palmatak," ungkap Kabid Perhubungan Laut Dishub LH Kepulauan Riau, Sabni Kamis (6/5/2021).

Dampak kebijakan larangan mudik jelas terlihat dari ferry tujuan Batam, Tanjungpinang.

MV Putri Anggreni 05 salah satunya.

Manajemen terpaksa tidak mengoperasikan moda transportasi laut itu selama larangan mudik mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Pantauan TribunBatam.id di Pelabuhan Tarempa dan Pelabuhan Sri Siantan, Keluraha Tarempa Kecamatan Siantan, aktivitas kapal dari pulau ke pulau masih beroperasi.

Saat ini ferry Mv. VOC Batavia masih sandar di Pelabuhan Tarempa.

Mereka dijadwalkan berangkat menuju Tanjungpinang pada Jumat (7/5/2021).

Sedangkan di Pelabuhan Tarempa beberapa kapal barang terlihat sedang menurunkan sembako dan sayuran lainnya yang dibawa dari Tanjungpinang.

Aktivitas para masyarakat dari luar pulau pun masih lancar beroperasi ke Tarempa.

UPDATE Covid-19 di Anambas

Sementara kasus Covid-19 di Anambas bertambah 18 orang.

Penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 ini terjadi pada Rabu (5/5), sebanyak 18 orang pasien dengan nomor kasus 242 - 259.

Sebanyak 7 orang warga Kecamatan Kute Siantan yang bekerja sebagai karyawan swasta dinyatakan positif covid-19 setelah melakukan kontak erat dengan pasien yang positif covid-19.

"Mereka ada yang kita isolasi di rumah dan ada sebagian yang dikarantina di resort.

Tentunya semakin banyak kasus ini kita dari Dinkes gencar melakukan tracing kepada orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif," ujar Kepala Bidang P2P pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Anambas, Baban Subhan, Kamis (6/5/2021).

Sementara itu 11 pasien lainnya ada yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS), wiraswasta, karyawan honorer, pensiunan TNI AL, pelajar, hingga ibu rumah tangga.

Saat ini penanganan pasien positif covid-19 di Kepulauan Anambas dirawat di RSUD Tarempa 6 pasien, RSUD Palmatak 2 pasien.

RSUD Jemaja 2 pasien, isolasi mandiri di rumah 66 pasien, isolasi di Matak base 1 pasien, isolasi d SMP Air Nangak 4 pasien, isolasi di Diven Selam Resort 14 pasien.

Selanjutnya pasien rujukan ke RSUD Embung Fatimah 1 pasien, rujukan ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang 2 pasien, dan rujukan ke RSAL dr. Midiyato Tanjungpinang 2 pasien.

Sedangkan untuk pasien yang sudah selesai melaksanakan karantina dan isolasi mandiri sebanyak 32 orang pasien. (TribunBatam.id/Rahma Tika)

Berita lainnya: Susi Pudjiastuti Bersama Cucunya Mudik ke Pangandaran Naik Pesawat Pribadi

Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Belasan Penumpang Nyaris Gagal Berangkat Tinggalkan Anambas saat Larangan Mudik Lokal

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved